Potensi Penularan COVID-19 di Kerumunan Sangat Tinggi

·Bacaan 1 menit

Bola.com, Jakarta - Memasuki libur panjang akhir tahun, pemerintah meminta masyarakat menghindari bepergian agar tidak terinfeksi COVID-19. Sebab, saat bepergian liburan, sangat berpotensi menyebabkan kerumunan.

Menurut data yang ada, setelah liburan, angka kasus positif COVID-19 selalu meningkat. Tak hanya itu, selama liburan, angka kepatuhan masyarakat menerapkan protokol kesehatan juga menurun.

Seperti diketahui, virus corona dapat menular melalui droplets, melalui airbone dan juga di udara. Itulah mengapa, selain rajin mencuci tangan dan memakai masker, menjaga jarak juga penting untuk mencegah penularan.

Ketua Bidang Perubahan Perilaku STPC 19, Sonny Harry B. Harmadi, mengatakan saat liburan, kepatuhan memakai masker terus turun. Selain itu dia juga menyoroti kepatuhan dalam menjaga jarak.

"Kalau pakai masker itu keputusan individu, tapi kalau jaga jarak keputusan bersama. Tidak bisa diri sendiri, tapi juga orang lain," kata Sonny dalam dialog 'Libur Aman Tanpa Bepergian' di Youtube BNPB Indonesia.

Sonny Harry menambahkan, mencegah kerumunan menjadi upaya yang paling sulit.

"Mencegah kerumunan itu yang paling sulit, padahal dalam kerumunan potensi penularan sangat tinggi," ungkap Sonny.

Sonny menambahkan, COVID-19 berbeda dengan penyakit menular lain yang menunjukkan gejala. Sebab, ternyata banyak pasien yang terinfeksi tidak menunjukkan gejala.

Wajib Mematuhi Protokol Kesehatan

Ilustrasi Pakai Masker (Photo by Victor He on Unsplash)
Ilustrasi Pakai Masker (Photo by Victor He on Unsplash)

Seseorang yang terinfeksi tanpa gejala harus dites dahulu baru diketahui apabila positif.

"Dampaknya bagi yang jalan-jalan dan tidak mematuhi protokol kesehatan dan memiliki virus, maka bisa menularkan," ucap Sonny.

Sonny mengingatkan, sesuai Surat Edaran No 3 Tahun 2020, setiap orang yang bepergian wajib mematuhi protokol kesehatan. Yaitu selalu pakai masker, menjaga jarak dan rajin cuci tangan.

Sumber: BNPB Indonesia.