Potret Candi Siwa di Kompleks Candi Prambanan Sebelum Dipugar pada 1890

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko (Persero) merayakan hari ulang tahun ke-41 pada Kamis, 15 Juli 2021. Bertepatan dengan momen ini, dirilis pula potret masa lampau Candi Prambanan sebelum dipugar.

Unggahan itu dibagikan melalui akun Instagram resmi Taman Wisata Candi Prambanan. Potret yang diabadikan pada 1890 silam tersebut menampilkan foto hitam putih reruntuhan Candi Siwa.

Candi Siwa adalah candi utama dan terbesar dalam kompleks Candi Roro Jonggrang, Prambanan. "Kita juga bisa melihat sosok fotografer profesional Indonesia yang pertama, Kassian Céphas, yang sedang berpose di tangga reruntuhan candi," bunyi keterangan itu.

Dilansir dari laman resmi Borobudur Park, belum dapat dipastikan kapan Candi Prambanan dibangun dan atas perintah siapa hingga saat ini. Tapi kuat dugaan, candi Hindu terbesar di Tanah Air ini dibangun sekitar pertengahan abad ke-9 oleh raja dari Wangsa Sanjaya, yaitu Raja Balitung Maha Sambu.

Dugaan itu merujuk isi Prasasti Syiwagrha yang ditemukan di sekitar Prambanan dan kini tersimpan di Museum Nasional di Jakarta. Prasasti berangka tahun 778 Saka atau 856 M tersebut ditulis pada masa pemerintahan Rakai Pikatan.

Candi Prambanan terdiri atas halaman utama dan tiga pelataran, yakni Jaba (pelataran luar), Tengahan (pelataran tengah) dan Njeron (pelataran dalam). Halaman luar adalah areal terbuka yang mengelilingi pelataran luar seluas 390 meter persegi.

Bagian Candi Prambanan

Potret reruntuhan Candi Siwa di Kompleks Candi Prambanan pada 1890 silam. (Tangkapan Layar Instagram @prambananpark/https://www.instagram.com/p/CRVWh8yh-fG/?hl=en)
Potret reruntuhan Candi Siwa di Kompleks Candi Prambanan pada 1890 silam. (Tangkapan Layar Instagram @prambananpark/https://www.instagram.com/p/CRVWh8yh-fG/?hl=en)

Di bagian tengah pelataran luar, ada pelataran kedua, yakni pelataran tengah yang berbentuk persegi panjang seluas 222 meter persegi. Di teras pertama, yakni teras terbawah terdapat 68 candi kecil yang berderet berkeliling.

Teras kedua ada 60 candi, teras ketiga terdapat 52 candi, dan teras keempat atau teras teratas ada 44 candi. Pelataran dalam, adalah pelataran yang paling tinggi letaknya dan yang dianggap sebagai tempat yang paling suci dan terdapat dua barisan candi yang membujur arah utara selatan.

Di barisan barat, ada tiga candi yang menghadap ke timur. Candi yang letaknya paling utara adalah Candi Wisnu, di tengah adalah Candi Syiwa, dan di selatan adalah Candi Brahma.

Pada barisan timur juga terdapat tiga buah candi yang menghadap ke barat. Ketiga candi ini disebut candi wahana (wahana = kendaraan), karena masing-masing candi dinamai sesuai dengan binatang yang adalah tunggangan dewa yang candinya terletak di hadapannya.

Tutup Selama PPKM Darurat

Tiga candi utama di Kompleks Candi Prambanan (Liputan6.com/Balgoraszky A. Marbun)
Tiga candi utama di Kompleks Candi Prambanan (Liputan6.com/Balgoraszky A. Marbun)

Taman Wisata Candi Prambanan tutup sementara selama PPKM Darurat, yakni 3--20 Juli 2021. Keputusan ini berdasarkan arahan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 15 Tahun 2021 Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat Covid-19 di Wilayah Jawa dan Bali.

Terkait arahan tersebut, PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko (Persero) menutup seluruh destinasi yang dikelolanya. Hal tersebut mendukung penuh kebijakan yang diterapkan selama PPKM Darurat.

"Kami mendukung penuh kebijakan pemerintah dan menginstruksikan seluruh destinasi wisata beserta fasilitas pendukung yang kami kelola untuk ditutup sementara waktu. Hal tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap fokus utama pemerintah pusat dalam menekan laju penularan Covid-19," kata Direktur Utama PT TWC Edy Setijono di Kantor Pusat TWC, Sleman, Yogyakarta, Jumat, 2 Juli 2021, dikutip dari laman Borobudur Park.

Infografis Pakai Masker Boleh Gaya, Biar Covid-19 Mati Gaya

Infografis Pakai Masker Boleh Gaya, Biar Covid-19 Mati Gaya (Liputan6.com/Triyasni)
Infografis Pakai Masker Boleh Gaya, Biar Covid-19 Mati Gaya (Liputan6.com/Triyasni)

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel