Potret Jembatan Melengkung Pertama di Indonesia

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Pembangunan Jembatan Sei Alalak sebagai jembatan lengkung pertama di Indonesia telah selesai dikerjakan tim kerja sama operasi (KSO) PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dan PT Pandji.

Jembatan yang akan menghubungkan Kota Banjarmasin dengan Kabupaten Barito Kuala ini telah berhasil melalui uji beban dalam prosesnya untuk mendapatkan sertifikat laik fungsi.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ) telah melakukan proses uji beban sebagai bagian dari rangkaian sertifikasi laik operasi pada Jembatan Sei Alalak, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan selama dua hari, 30-31 Agustus 2021.

Pelaksanaan uji beban tersebut berlangsung secara ketat dan diawasi Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ) dengan melibatkan sebanyak 32 truk dengan masing-masing beban seberat 24 ton.

Direktur Pembangunan Jembatan Kementerian PUPR Yudha Handita Panjiriawan mengatakan, secara keseluruhan proses uji beban menunjukan hasil yang baik. Data pengujian kemudian akan dibahas secara teknis oleh KKJTJ untuk rekomendasi keluarnya sertifikat laik fungsi.

"Secara umum hasil ujinya baik, ketika diberikan beban, lalu bebannya di release kondisi jembatannya kembali seperti semula, ini mengindikasikan struktur jembatannya baik," ujar Yudha dalam keterangan tertulis, Sabtu (4/9/2021).

Konstruksi struktur utama jembatan, terang Yudha, secara umum sudah selesai. Saat ini di lapangan hanya ada pekerjaan pembongkaran jembatan rangka baja yang lama dan proses penyelesaian akhir yang ditargetkan rampung pada akhir pekan pertama September. Serah terima sementara pekerjaan provisional hand over (PHO) direncanakan dilaksanakan pada 15 September.

Sebagai Informasi, Jembatan Sei Alalak dibangun untuk menggantikan Jembatan Kayu Tangi 1 yang telah berusia 30 tahun dan menjadi jalur utama akses Kota Banjarmasin dengan berbagai wilayah di Kalsel dan Kalimantan Tengah (Kalteng). Proyek jembatan ini dibangun dengan bersumber dari dana Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dengan skema pekerjaan tahun jamak (multi years).

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Jembatan Melengkung Pertama RI

Jembatan Sei Alalak, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan siap diresmikan Jokowi (dok: PUPR)
Jembatan Sei Alalak, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan siap diresmikan Jokowi (dok: PUPR)

Jembatan Sei Alalak merupakan jembatan melengkung pertama di Tanah Air dengan tipe cable stayed. Direktur Utama WIKA Agung Budi Waskito menuturkan, proyek ini semakin menambah rekam jejak dan portofolio perseroan sebagai kontraktor yang concern dan implementatif pada pengembangan teknologi terkini konstruksi jembatan modern.

Sebelumnya, WIKA juga telah mengambil peran vital dalam konstruksi signature jembatan lain seperti di Jembatan Suramadu, Jembatan Cikubang, Jembatan Merah Putih, Jembatan Tumbang Samba, Jembatan Tayan, hingga Simpang Susun Semanggi.

Metode konstruksi yang digunakan pada Jembatan Sei Alalak adalah longline matchcast system, dimana sistem precast ini mampu mengefisienkan biaya dan mengoptimalkan kualitas terbaik.

Punya Estetika

Pembangunan Jembatan Sei Alalak sepanjang 850 meter di Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel). Dok PUPR
Pembangunan Jembatan Sei Alalak sepanjang 850 meter di Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel). Dok PUPR

Kemudian, geometri tiang pylon asimetris ditujukan untuk mengatur cable stayed agar tidak bersinggungan dan tetap berada di luar deck jembatan serta menambah estetika.

"Beton yang digunakan juga adalah beton kualitas tinggi fc’45 Mpa (K-500 ) yang menggunakan material lokal guna mengoptimalkan potensi resources yang ada. Sehingga efektivitas dan keberhasilannya, bisa menjadi lesson learn sekaligus referensi bagi proyek-proyek lainnya," ujar Agung.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel