Potret Memukau Sampel Asteroid Ryugu Hasil dari Misi Hayabusa2 Jepang

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Potret sampel asteroid yang dikumpulkan pesawat antariksa Hayabusa2 dari Jepang akhirnya dirilis. Sampel asteroid berbentuk berlian yang dikumpulkan itu disebut Ryugu, mengikuti keberhasilan misi pertamanya.

Foto-foto yang menampilkan sampel asteroid Ryugu pun dipublikasi penjelajah asteroid JAXA Hayabusa2 dalam laman resmi Twitter mereka.

Pesawat antariksa Hayabusa pertama kembali dari pengamatan asteroid Itokawa pada 2010 dengan sampel langsung pertama dari objek dekat Bumi. Secara keseluruhan, material permukaan asteroid itu memiliki berat kurang dari satu miligram, namun itu masih cukup untuk menghasilkan informasi penting tentang usia asteroid dan sejarah geologi.

Sementara itu, sampel terbaru dari asteroid Ryugu - yang diambil 2020 lalu - berada lebih jauh dari Bumi dan mengandung lebih banyak bahan daripada yang diprediksi para astronom, sebesar sekitar 5,4 gram.

Asteroid Berusia 4,5 Miliar Tahun

Sampel tanah terlihat dalam wadah kapsul yang dibawa pesawat antariksa Hayabusa2 di Sagamihara, Jepang, Selasa (15/12/2020). Badan Antariksa Jepang (JAXA) mengatakan mereka telah menemukan banyak sampel tanah dan gas yang dibawa pulang Hayabusa2 dari asteroid Ryugu. (JAXA via AP)
Sampel tanah terlihat dalam wadah kapsul yang dibawa pesawat antariksa Hayabusa2 di Sagamihara, Jepang, Selasa (15/12/2020). Badan Antariksa Jepang (JAXA) mengatakan mereka telah menemukan banyak sampel tanah dan gas yang dibawa pulang Hayabusa2 dari asteroid Ryugu. (JAXA via AP)

Uniknya, nama Ryugu mengacu pada "istana naga" bawah air yang ajaib dalam cerita rakyat Jepang, di mana seorang nelayan mendapati dirinya dihadiahi sebuah kotak misterius untuk dibawa pulang - yang serupa dengan kapsul Hayabusa2.

Asteroid itu diperkirakan berusia lebih dari 4,5 miliar tahun - peninggalan Tata Surya awal manusia, dan mengandung material yang berpotensi kuno yang pernah membentuk Matahari dan planet-planet yang mengorbitnya.

Ryugu, merupakan asteroid tipe C yang berarti batuannya sangat berpori dan mengandung banyak karbon dan air.

Para astronom menduga bahwa tumpukan puing-puing gelap asteroid tersebut terbentuk miliaran tahun yang lalu, ketika batu itu mematahkan batu besar lainnya di suatu tempat di sabuk asteroid antara Mars dan Jupiter.

Karena permukaan Ryugu tampak kering dan menunjukkan warna kemerahan, beberapa ahli juga menduga bahwa asteroid itu pernah melintas dekat ke Matahari. Namun, tidak semua material yang dikumpulkan dalam wadah itu cukup primordial.

Mengandung Anakronisme

Salah satu kapsul disebut memang mengandung anakronisme yang jelas (seperti gambar di atas). "Bahan buatan tampaknya ada di ruang C," terang siaran pers dari Hayabusa2.

"Asalnya sedang diselidiki, tetapi kemungkinan sumbernya adalah aluminium yang terkikis dari tanduk sampler pesawat ruang angkasa saat proyektil itu ditembakkan untuk mengaduk material selama pendaratan."

Kemudian, postingan Hayabusa2 di Twitter lainnya mengatakan bahwa objek tersebut masih belum dikonfirmasi, tetapi mungkin telah terpisah dari sampler yang digunakan selama pengumpulan.

Para ilmuwan telah memulai analisis untuk sampel baru itu, termasuk beberapa gas yang didapati berada di dalam kapsul, yang diperkirakan juga terkumpul di permukaan Ryugu.

Jika perkiraan para peneliti benar, maka temuan itu akan menjadi sampel gas pertama di dunia yang dikembalikan dari luar angkasa.

Infografis Jangan Anggap Remeh Cara Pakai Masker

Infografis Jangan Anggap Remeh Cara Pakai Masker (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Jangan Anggap Remeh Cara Pakai Masker (Liputan6.com/Abdillah)

Saksikan Video Berikut Ini: