Potret Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Hadiri Sidang Putusan, Tangis Pecah Divonis 1 Tahun Penjara

·Bacaan 1 menit
Nia dan Ardi hadir dalam sidang putusan yang berlangsung di Pengadilan Negeri (PN), Jakarta Pusat. Sidang ini dipimpin Hakim Ketua Muhammad Damis. Dalam sidang tersebut, Nia dan Ardi dinyatakan terbukti bersalah atas kasus penyalahgunaan narkoba. (Budy Santoso/@Kapanlagi.com)
Nia dan Ardi hadir dalam sidang putusan yang berlangsung di Pengadilan Negeri (PN), Jakarta Pusat. Sidang ini dipimpin Hakim Ketua Muhammad Damis. Dalam sidang tersebut, Nia dan Ardi dinyatakan terbukti bersalah atas kasus penyalahgunaan narkoba. (Budy Santoso/@Kapanlagi.com)

Nia dan Ardi hadir dalam sidang putusan yang berlangsung di Pengadilan Negeri (PN), Jakarta Pusat. Sidang ini dipimpin Hakim Ketua Muhammad Damis. Dalam sidang tersebut, Nia dan Ardi dinyatakan terbukti bersalah atas kasus penyalahgunaan narkoba. (Budy Santoso/@Kapanlagi.com)

Vonis tersebut jauh dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum. Dalam perimbangannya, majelis hakim menilai tiga terdakwa tidak termasuk dalam kualifikasi pecandu narkoba yang perlu direhablitasi. (Budy Santoso/@Kapanlagi.com)
Vonis tersebut jauh dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum. Dalam perimbangannya, majelis hakim menilai tiga terdakwa tidak termasuk dalam kualifikasi pecandu narkoba yang perlu direhablitasi. (Budy Santoso/@Kapanlagi.com)

Vonis tersebut jauh dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum. Dalam perimbangannya, majelis hakim menilai tiga terdakwa tidak termasuk dalam kualifikasi pecandu narkoba yang perlu direhablitasi. (Budy Santoso/@Kapanlagi.com)

Sebelum memvonis satu tahun penjara sebagai epek jera, majelis telah mempertimbangan berbagai hal. Baik yang memberatkan atau yang meringankan terdakwa. Salah satu alasan yang memberatkan adalah, sebagai publik pigure tidak memberikan contoh baik untuk masyarakat. (Budy Santoso/@Kapanlagi.com)
Sebelum memvonis satu tahun penjara sebagai epek jera, majelis telah mempertimbangan berbagai hal. Baik yang memberatkan atau yang meringankan terdakwa. Salah satu alasan yang memberatkan adalah, sebagai publik pigure tidak memberikan contoh baik untuk masyarakat. (Budy Santoso/@Kapanlagi.com)

Sebelum memvonis satu tahun penjara sebagai epek jera, majelis telah mempertimbangan berbagai hal. Baik yang memberatkan atau yang meringankan terdakwa. Salah satu alasan yang memberatkan adalah, sebagai publik pigure tidak memberikan contoh baik untuk masyarakat. (Budy Santoso/@Kapanlagi.com)

Sebelumnya, Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie telah menjalani rehabilitasi sekitar lima bulan di Cisarua Jawa Barat. Sebelum putusan, JPU juga menuntut terdakwa untuk menjalani rehabilitasi di RSKO Cibubur selama 12 bulan. (Budy Santoso/@Kapanlagi.com)
Sebelumnya, Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie telah menjalani rehabilitasi sekitar lima bulan di Cisarua Jawa Barat. Sebelum putusan, JPU juga menuntut terdakwa untuk menjalani rehabilitasi di RSKO Cibubur selama 12 bulan. (Budy Santoso/@Kapanlagi.com)

Sebelumnya, Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie telah menjalani rehabilitasi sekitar lima bulan di Cisarua Jawa Barat. Sebelum putusan, JPU juga menuntut terdakwa untuk menjalani rehabilitasi di RSKO Cibubur selama 12 bulan. (Budy Santoso/@Kapanlagi.com)

Kasus ini berawal dari tertangkapnya Zen, sopir Nia Ramadhani pada 7 Juli 2021 silam. Polisi menemukan 1 plastik jenis sabu. Tidak lama kemudian, polisi langsung menangkap Nia di rumahnya dan menemukan alat hisap. Malamnya, Ardi menyerahkan diri ke Polres Jakarta Pusat. (Budy Santoso/@Kapanlagi.com)
Kasus ini berawal dari tertangkapnya Zen, sopir Nia Ramadhani pada 7 Juli 2021 silam. Polisi menemukan 1 plastik jenis sabu. Tidak lama kemudian, polisi langsung menangkap Nia di rumahnya dan menemukan alat hisap. Malamnya, Ardi menyerahkan diri ke Polres Jakarta Pusat. (Budy Santoso/@Kapanlagi.com)

Kasus ini berawal dari tertangkapnya Zen, sopir Nia Ramadhani pada 7 Juli 2021 silam. Polisi menemukan 1 plastik jenis sabu. Tidak lama kemudian, polisi langsung menangkap Nia di rumahnya dan menemukan alat hisap. Malamnya, Ardi menyerahkan diri ke Polres Jakarta Pusat. (Budy Santoso/@Kapanlagi.com)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel