Potret Ridwan Kamil Cari Eril: Pakai Tongkat Kayu, Turun ke Sungai Aare

Merdeka.com - Merdeka.com - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil dan istri Ataliya memutuskan untuk pulang ke Indonesia. Dia menyerahkan proses pencarian anaknya, Emmeril Khan Mumtadz yang hilang di sungai Aare kepada keluarga dan otoritas Bern.

Namun hingga hari terakhir sebelum pulang, pria karib disapa Kang Emil itu tetap menyusuri sungai untuk mencari putra sulungnya tersebut. Meskipun, pihak keluarga telah ikhlas, menganggap Eril telah berpulang ke Rahmatullah.

Dengan tetap tabah, Kang Emil menyusuri sungai. Dia mencari sendiri sang anak yang hilang sejak 7 hari lalu. Kang Emil sampai menceburkan diri ke sungai.

ridwan kamil susuri sungai
ridwan kamil susuri sungai

©2022 Merdeka.com/istimewa

Mengenakan tongkat, dia tampak sabar mencari dari hari ke hari sang anak. Meskipun, hingga hari ini Jumat (3/6) waktu Indonesia, Eril belum juga ditemukan.

Tampak Kang Emil menyeberangi sungai. Dia berada di bawah tebing tinggi yang penuh bebatuan. Kang Emil terus menyisir pinggiran sungai. Berharap menemukan Eril.

Dikutip dari keterangan pers KBRI di Bern, hingga Rabu petang, Ridwan Kamil dan Istri masih terus menyusuri tepian Sungai Aare untuk memeriksa tempat-tempat yang potensial dalam proses pencarian Eril hingga ke beberapa rute perjalanan baik darat maupun perairan yang dapat ditempuh secara aman.

ridwan kamil susuri sungai
ridwan kamil susuri sungai

©2022 Merdeka.com/istimewa

Syahid Akhirat

Keluarga Ridwan Kamil, Elpi Nazmuzzaman mengatakan, pihak otoritas Bern telah mengubah status pencarian Eril dari orang hilang menjadi pencarian jenazah. Setelah berkonsultasi dengan para ulama, keluarga pun ikhlas menerima Eril yang dianggap telah berpulang ke Rahmatullah. Meskipun saat ini jasadnya belum ditemukan.

"Pihak keluarga mendiskusikan dengan para ulama, sehingga dinyakaan sebagai Syahid Akhirat. Ini kami sampaikan Pak Ridwan Kamil beserta istri sudah hampir 7 hari turut memantau sangat ikhlas," kata Elpi saat jumpa pers online langsung dari Swiss, Jumat (3/6).

Namun demikian, proses pencarian masih terus dilakukan oleh keluarga. Keluarga masih berharap, masih dapat menemukan Eril, dalam kondisi apapun nantinya.

"Tidak mengubah harapan keluarga, kami bisa bertemu dengan saudara, keponakan kami, dalam keadaan apapun Allah meridhoi pertemuannya dan meridhoi kepadanya," jelas dia.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel