Potret Suasana Haru di Pemakaman Syekh Ali Jaber

Fikri Halim
·Bacaan 2 menit

VIVA – Ulama kharismatik Syekh Ali Jaber meninggal dunia pada Kamis 14 Januari 2021 di Rumah Sakit Yarsi Jakarta. Kabar duka ini diumumkan oleh ustaz Yusuf Mansyur.

Suasana duka dan haru pun seketika menyelimuti perasaan umat muslim hingga proses pemakaman pendakwah kondang itu. Sejak selesai disalatkan dan digotong dalam keranda menuju liang kubur, ucapan kalimat Laa Ilaaha Illallah terdengar dari jemaah dan keluarga yang mengantarkan jenazah Syekh Ali.

Tiba di lokasi pemakaman, Jenazah Syekh Ali perlahan diturunkan ke liang kubur dengan diiringi bacaan kalimat tauhid. Tiga orang lelaki yang merupakan keluarga kandung dari Syekh Ali yang meletakkan jenazah Syekh Ali ke tempat peristirahatan terakhir Syekh Ali.

Setelah jenazah sudah berada di liang kubur, satu persatu tali kain kafan yang mengikat jenazah Syekh Ali pun mulai dilepaskan. Jasad yang membujur tersebut mulai dimiringkan dan dibaringkan menghadap kiblat.

Satu persatu kayu disusun untuk menutupi liang lahat jenazah pendakwah asal Arab Saudi tersebut. Setelah seluruh papan kayu tersusun rapi kemudian penggali kubur mulai menimbun tanah dan mengubur jenazah ulama dengan nama lengkap Ali Soleh Muhammad Ali Jaber.

Prosesi ini berjalan dengan dipenuhi kesedihan dan isak tangis dari keluarga dan kerabat seakan tak percaya bahwa Syekh Ali telah tiada. Banyak Jemaah dan juga warga kampung sekitar berkumpul di pinggir jalan untuk mengabadikan momen tersebut.

Menutup prosesi tersebut, perwakilan Keluarga Syekh Ali menyampaikan ucapan permohonan maaf untuk Syekh Ali. Hal ini disampaikan oleh saudara kandung Syekh Ali, Muhammad Jaber.

"Untuk siapapun diantara jemaah yang punya hak, khususnya utang-piutang alihkan kepada saya. Kalau ada di antara kalian yang bisa memaafkan beliau Alhamdulillah terima kasih jazakumullah khairan jaza semoga Allah ganti yang lebih," kata Muhammad Jaber

Namun jika ada yang ingin menagih urusan utang-piutang dengan Syekh Ali, maka Muhammad Jaber siap menanggungnya. "Baik kalau di antara kalian ada yang butuh masih tetap tagih Syekh Ali Jaber tolong alihkan kepada saya biar beliau tenang di kubur biar diringankan hisabnya semoga kuburnya dijadikan roudhoh min riyadil jannah," ujarnya.