PP Aisyiyah: "Family time" kunci bentuk keluarga tangguh

Anggota Divisi Pembinaan Keluarga Majelis Tabligh Pengurus Pusat (PP) Aisyiyah Hibana menyatakan bahwa menghabiskan waktu berkualitas bersama keluarga (family time) sangat penting untuk merekatkan hubungan anggota keluarga agar terbentuk keluarga tangguh.

"Jadi, 'family time' itu membangun keluarga dan merekatkan anak-anak," katanya dalam webinar bertajuk "Penguatan Family Time Untuk Keluarga Tangguh" yang diikuti di Jakarta, Jumat.

Menurut dia keluarga tangguh tidak serta merta terbentuk begitu saja, namun membutuhkan proses dan komitmen seluruh anggota keluarga.

Ia mengatakan keluarga tangguh adalah kondisi keluarga yang mampu mengatasi persoalan internal secara mandiri dan menangkal gangguan yang berasal dari luar dengan berpegang teguh pada prinsip keluarga dan nilai-nilai keluarga dengan mengedepankan keimanan, ketakwaan, semangat persaudaraan dan kemandirian keluarga.

"Sebaik apapun keluarga, akan selalu ada tantangan yang dihadapi. Untuk itu kita coba membangun keluarga tangguh sehingga ketika ada masalah, kita mampu mengatasinya," katanya.

Dikemukakannya bahwa ada tiga ciri keluarga tangguh yakni mampu mengendalikan segala hal yang menimpa, memiliki kesetiaan, keteguhan dan tanggung jawab. Selain itu, dalam menghadapi persoalan atau masalah, keluarga tangguh akan menghadapinya secara bersama-sama.

"Butuh komitmen bersama, ayah, ibu, anak-anak," katanya.

Ia menjelaskan untuk membangun keluarga yang ideal, harus dimulai sejak dini. "Sejak awal, sejak anak masih kecil, bahkan sejak janin dalam kandungan, itu harus sudah berproses bagaimana perilaku awal ini bisa menjadi landasan agar terbangun keluarga tangguh," katanya.

Selain itu, orang tua juga harus memperhatikan anak di usia keemasan-nya yakni 0-6 tahun, memiliki hubungan antar anggota keluarga yang seimbang, menjamin tumbuh kembang semua potensi anggota keluarga dan menghindari kekerasan dalam bentuk apapun, demikian Hibana.

Baca juga: Presiden tawarkan ide ke Aisyiyah dirikan fakultas nonkonvensional

Baca juga: PP Aisyiyah dorong lahirnya guru PAUD berkualitas

Baca juga: PP Aisyiyah ajak masyarakat perhatikan kecukupan gizi anak

Baca juga: PP Aisyiyah: kawin kontrak kerap memosisikan perempuan pihak bersalah