PP laporkan kinerja keuangan selama 2020

Faisal Yunianto
·Bacaan 2 menit

PT PP (Persero) Tbk, BUMN konstruksi dan investasi nasional, mengumumkan laporan kinerja keuangan selama 2020 yang diaudit oleh kantor akuntan publik dengan opini wajar tanpa modifikasian dengan paragraf penekanan suatu hal.

"Merebaknya wabah pandemi COVID-19 di Indonesia yang dimulai sejak awal tahun 2020 berdampak dalam semua sektor. Tidak hanya dalam sektor kesehatan, sektor ekonomi dan ketenagakerjaan turut mengalami dampak signifikan akibat pandemi," kata Sekretaris Perusahaan PT PP (Persero) Yuyus Juarsa dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat.

Di tahun 2020 ini, Perseroan membukukan pendapatan usaha sebesar Rp15,83 triliun dan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp266 miliar di tahun 2020. Sedangkan, realisasi laba bersih per saham atau Earnings Per Share (EPS) di tahun ini sebesar Rp21.

Sementara itu, beban pokok pendapatan perseroan dibukukan sebesar Rp13,65 triliun turun 32,5 persen dari tahun 2019 sebesar Rp20,25, sehingga perseroan masih mengantongi laba kotor sebesar Rp2,17 triliun dengan kenaikan marjin laba kotor sekitar 13,73 persen.

Kenaikan marjin laba kotor perseroan di tahun ini sebagian besar didominasi oleh proyek-proyek yang berada pada tahap pekerjaan cut & fill seperti Kawasan Industri Terpadu Batang dan Jalan Tol Semarang Demak. Di akhir tahun 2020, perseroan mencatatkan aset sebesar Rp53,47 triliun.

Dikatakan, pencapaian kinerja keuangan ini terjadi karena dampak pandemi yang mewabah di Indonesia maupun seluruh dunia sejak awal tahun 2020. Akibat pandemi tersebut, terdapat beberapa tender proyek yang telah diikuti oleh perseroan harus ditunda oleh pemilik proyek akibat adanya perubahan alokasi anggaran.

Sebelumnya di awal tahun 2020, perseroan sangat optimis dengan menetapkan target kinerja perusahaan bertumbuh dibandingkan realisasi kinerja keuangan di tahun 2019. Namun, akibat merebaknya wabah pandemi di seluruh dunia yang dampaknya juga turut dirasakan oleh Perseroan dan semua sektor, maka Perseroan melakukan penyesuaian atau revisi target kinerja perusahaan tahun 2020.

"Perseroan menilai hasil kinerja keuangan tahun 2020 ini telah sesuai dengan revisi target kinerja bahkan pencapaian kinerja tersebut melebihi target yang telah direvisi,” kata Yuyus.

Pencapaian kinerja keuangan sepanjang 2020 masih terbilang cukup baik dimana dalam kondisi wabah pandemi, Perseroan masih dapat membukukan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 266 miliar dimana pencapaian tersebut melampaui target revisi yang telah ditetapkan sebelumnya.

Atas pencapaian realisasi kinerja keuangan 2020 tersebut, Perseroan menargetkan pertumbuhan pendapatan usaha dan laba bersih sekitar 40 persen dan 50 persen di tahun 2021.

"Dengan melakukan penyusunan strategi perusahaan untuk jangka pendek dan menengah, Perseroan berharap dapat mencapai target perusahaan di tahun ini," katanya.

Baca juga: PP: Bendungan Sindang Heula penuhi kebutuhan air baku industri
Baca juga: PP garap pembangunan Proyek Mandalika Rp940 miliar
Baca juga: Pembangunan Kawasan Industri Terpadu Batang terus dikebut