PP PBVSI Siap Pasang Badan untuk Aprilia Manganang, Sebut Belum Ada Protes dari Negara Lain

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Jakarta - PP PBVSI mengaku belum mendapatkan protes dari internasional terkait pengubahan status yang dilakukan Aprilia Manganang dari perempuan ke laki-laki. Kepala Bidang III Kompetisi dan Pertandingan PP PBVSI, Hanny S. Surkatty, mengatakan pihaknya saat ini dalam posisi menunggu dan siap pasang badan menghadapi situasi tersebut.

Aprilia Manganang membuat geger publik Indonesia setelah dinyatakan berjenis kelamin laki-laki. Padahal sebelumnya, Aprilia sejak lahir sampai menjadi atlet voli diketahui sebagai perempuan.

Kepastian itu diungkapkan langsung oleh Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa dengan mengacu pada pemeriksaan yang telah diikuti Aprilia di RSPAD, Jakarta. Dari hasil pemeriksaan diketahui, Aprilia berjenis kelamin laki-laki dan mengalami Hipospadi yang merupakan kelainan medis pada bentuk kelamin.

Adanya perubahan status ini membuka peluang protes dari internasional terkait prestasi yang pernah diraih Aprilia Manganang sebagai atlet voli putri. Namun, PP PBVSI siap pasang badan karena melihat kejadian ini sebagai ketidaksengajaan.

"Ini peristiwa baru beberapa hari terjadi dan sampai sekarang belum ada protes dari negara lain. Kami akan melihat situasinya," kata Hanny S. Surkatty dalam konferensi pers virtual yang diselenggarakan pada Kamis (11/3/2021).

"Aprilia itu tidak ada faktor kesengajaan dan dia tidak tahu berjenis kelamin laki-laki karena sejak lahir mulai dari keluarga hingga dokumen negara itu mengetahuinya sebagai perempuan," tegas Hanny S. Surkatty.

Aprilia Manganang tercatat pernah tiga kali meraih medali di SEA Games. Pencapaian itu diraihnya bersama timnas voli putri Indonesia pada 2013 dan 2015 meraih medali perunggu dan pada 2017 meraih medali perak.

Peluang Protes Kecil

Aprilia S Manganang (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)
Aprilia S Manganang (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Pertanyaan mengenai status Aprilia Manganang sempat menjadi perdebatan pada SEA Games 2015. Ketika itu, status kelamin Aprilia Manganang dipertanyakan ketika membela timnas voli putri Indonesia.

Namun, ketika itu panitia dan tim medis sudah memeriksa secara menyeluruh kondisi Aprilia Manganang. Ketika itu diputuskan, Aprilia Manganang sebagai perempuan.

"Pada SEA Games 2015 di Singapura tim voli putri diprotes sehingga diambil keputusan dari komite medis untuk memeriksa keabsahan Aprilia Manganang bisa tanding atau tidak. Setelah diperiksa tim dokter di sana hasilnya adalah April bisa bermain sebagai putri. Berdasarkan hal-hal di atas kami yakin dia putri dan tim-tim lainnya juga menerima keputusan itu," ucap Hanny.

PP PBVSI yakin peluang protes dari negara lain kecil. Bila ada yang protes, mereka baru akan menentukan langkah selanjutnya untuk menyelesaikan masalah ini.

"Kalau ada protes kami baru berbicara dengan KOI dan panitia dari badan Asia untuk olahraga. Ini kan faktor yang baru pertama kali terjadi. Mungkin seluruh negara akan mempelajarinya, beda cerita kalau ada yang disembunyikan," tegas Hanny.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini