PPATK Blokir 312 Rekening Sepanjang 2022 Terkait Judi Online, Isinya Rp836 Miliar

Merdeka.com - Merdeka.com - Kepala Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavandana mengatakan, pihaknya telah memblokir sebanyak 312 rekening sepanjang tahun 2022. Pemblokiran ini dilakukan terkait dengan judi online.

"Terkait dengan judi online, PPATK sebenarnya sudah sejak lama melakukan analisis dengan judi online, dan temuannya sudah luar biasa besar," kata Ivan di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (13/9).

"Jadi total transaksi yang sudah dibekukan oleh PPATK itu di tahun 2022 saja itu ada 312 rekening, itu isinya Rp836 miliar. Dan PPATK sudah menerima laporan terkait dengan transaksi judi online itu jumlahnya total itu 155 triliun 459, jadi memang besar sekali" Sambungnya.

Tak hanya itu, PPATK juga disebutnya telah melakukan analisis hampir sebanyak 122 juta transaksi terkait dengan judi online.

"Transaksi yang dilaporkan ke PPATK, yang dianalisis PPATK hampir 122 juta transaksi terkait dengan judi online. Jadi apabila bapak merasa kok PPATK ke GFC, enggak ke judi online? Enggak, datanya ada, tetap kita fokusnya," ujarnya.

Selain itu, dari ratusan analisis yang dilakukan sepanjang 2022 tersebut. Sebanyak 65 hasil analisis pihaknya sudah dilaporkan kepada aparat penegak hukum.

"Jadi transaksi yang dilaporkan kepada PPATK itu sebanyak 121 juta transaksi, di dalamnya itu sebanyak 155 triliun, 459 miliar sekian. Hasil analisis concern bapak tadi sudah 139 hasil analisis yang sudah kami sampaikan kepada aparat penegak hukum," sebutnya.

"Dan disitu kita memang menemukan pihak-pihaknya bervariasi. Jadi kita sudah lakukan analisis sedemikian dalam. Dan insya Allah akan segera ditindaklanjuti aparat penegak hukum, dan itu lah melahirkan pembekuan, penghentian transaksi segala macam seperti itu. Itu tidak pernah kami declare, kecuali di ruang ini untuk menjawab pertanyaan yang mulia," tutupnya. [eko]