PPIH Debarkasi Batam periksa ulang haji kontak erat pasien COVID-19

Panitia Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Hang Nadim Batam akan melakukan pemeriksaan kesehatan ulang pada anggota jamaah haji yang diketahui melakukan kontak erat dengan anggota jamaah yang dikonfirmasi tertular COVID-19 setelah tiba di Tanah Air.

"Jadi, untuk jamaah yang kontak erat dengan jamaah yang positif itu akan tetap kita periksa ulang kesehatannya pada hari kelima setelah dia pulang. Tetap ada skrining ulang di hari kelima," kata Koordinator Seksi Sanitasi dan Surveilans PPIH Debarkasi Hang Nadim Batam dr. Yosei Susanti saat dihubungi lewat telepon dari Batam, Kamis.

Menurut dia, pemeriksaan ulang anggota jamaah haji yang melakukan kontak erat dengan pasien COVID-19 akan dilakukan oleh Dinas Kesehatan tingkat kabupaten/kota.

"Di hari kelima kepulangan mereka akan kita follow up (pantau) lagi kondisinya melalui telepon, tetap kita monitoring. Kita hubungi ke jamaah atau anggota keluarganya by phone (lewat telepon) dulu," katanya.

"Kita tanya kondisi jamaah. Namanya baru pulang dari Mekkah pasti ada batuk dan pilek. Apakah batuk pilek-nya berkurang atau tidak dan lainnya kita tanyakan nanti di hari kelima. Semua kita pantau," Yosei menambahkan.

Ia menjelaskan bahwa PPIH mendata anggota jamaah yang kemungkinan melakukan kontak erat dengan pasien COVID-19 untuk memudahkan tim kesehatan melakukan pemantauan berkala.

"Tim kesehatan akan hubungi jamaah yang kontak erat dan memiliki gejala. Kita juga sudah memiliki nomor manifes yang duduk dekat selama di pesawat, terus yang selama di asrama dan di perjalanan bersama dengan jamaah yang positif COVID-19 itu yang kita pantau," ujar Yosei.

Pada Rabu (27/7), PPIH Debarkasi Hang Nadim Batam menyatakan bahwa seorang anggota jamaah haji kloter satu asal Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, dinyatakan positif tertular COVID-19.

Koordinator Seksi Penanganan Jamaah Risiko Tinggi PPIH Debarkasi Hang Nadim Batam dr. Romer Simanungkalit mengatakan bahwa anggota jamaah haji yang tiba di Batam pada Selasa (26/7) itu akan menjalani karantina di ruangan yang disiapkan oleh PPIH selama 10 hari.

Baca juga:
PPIH Debarkasi Batam: Seorang haji asal Kalimantan Barat positif COVID-19
1.071 haji asal Kalimantan Selatan sudah tiba di Tanah Air

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel