PPIH ke Maskapai: Tolonglah, Fase Kedua Keberangkatan ke Tanah Air Tak Ada Lagi Delay

Merdeka.com - Merdeka.com - Sejumlah jadwal penerbangan jemaah haji Indonesia dari Bandara King Abdulaziz International Airport (KAIA), Jeddah, menuju Tanah Air mengalami keterlambatan panjang. Jemaah yang sudah berada di paviliun bandara, terpaksa kembali ke hotel yang disewa pihak maskapai di dekat bandara.

Panitia Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) 1443 Arab Saudi berharap peristiwa itu tidak terulang di fase pemulangan jemaah haji gelombang kedua. Sejumlah kloter jemaah gelombang kedua sudah mulai meninggalkan Madinah sejak 30 Juli kemarin.

"Sedari awal pihak Kemenag dalam hal ini Menteri Agama saya kira sangat concern kaitan dengan jadwal. Jangan sampai ada keterlambatan delay lagi di fase kedua ini. Ini jadi pelajaran berharga buat pihak maskapai tidak hanya garuda, Saudi Airlines juga," kata Ketua PPIH, Arsad Hidayat, kepada tim Media Center Haji (MCH) 2022 di kantor Daker Madinah, Arab Saudi.

Dia mengatakan, keterlambatan sampai penundaan penerbangan sangat merugikan jemaah. Setelah hampir 44 hari di Tanah Suci, kerinduan bertemu keluarga sudah terbendung. Oleh sebab itu, jangan sampai rasa kangen itu dipatahkan karena jadwal penerbangan tak pasti.

"Jemaah sudah siap pulang secara psikologis. Khawatirnya harusnya pulang hari ini dan dia sehat, tapi karena dipulangkan besok jadi sakit. Kedua kaitan dengan hal-hal lainnya, hotel tempat jemaah tinggal," ujar dia.

"Kan otomatis, hotel tempat jemaah haji tinggal sudah habis. Selesai masa tinggalnya harus keluar dari hotel. Ketika keluar dari hotel, maskapai harus persiapkan, walaupun itu sudah tanggung jawab pihak maskapai. Cuma ya mengganggu saja."

Dibahas dalam Rapat Evaluasi

Oleh sebab itu, Arsad sangat berharap tidak ada lagi kendala terkait penerbangan jemaah gelombang kedua ke Tanah Air.

"Tolonglah di fase kedua, apalagi menjelang terakhir keberangkatan tidak ada lagi delay. Saya kira delay di awal-awal sudah cukup ya. Caranya bagaimana, saya kira pihak maskapai lebih tahu," kata dia.

Arsad menambahkan, di rapat evaluasi akhir nantinya, temuan seperti keterlambatan pesawat tentu menjadi masalah serius untuk dibahas di level pimpinan.

"Tentunya, masalah-masalah seperti itu menjadi bahan evaluasi kaitan dengan delay pesawat, Sebabnya, harus dicarikan permasalahannya di mana, solusinya yang baik dan pas gimana supaya tidak terjadi delay pesawat," tegas Arsad. [gil]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel