PPKM Berlaku, Rupiah Ditutup Melemah 105 Poin ke Level 14.125 per Dolar AS

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Rupiah ditutup melemah 105 point di level 14.125 dari penutupan sebelumnya di level 14.020 pada perdagangan hari ini. Diperkirakan perdagangan besok pagi, mata uang rupiah kemungkinan dibuka melemah di level 14.100-14.150.

Direktur PT.TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi Direktur menilai kondisi ini dipicu penerapan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) hari ini. Kebijakan tersebut diterapkan pemerintah demi menekan penyebaran virus corona.

"Ini disebabkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) resmi dimulai hari ini," kata Ibrahim di Jakarta, Senin (11/1).

Di beberapa daerah terdampak PPKM, perkantoran non-esensial diimbau menerapkan kerja dari rumah (work from home) 75 persen. Kegiatan belajar-mengajar belum bisa tatap muka di sekolah, masih jarak jauh.

Pusat perbelanjaan wajib tutup jam 19.00 WIB. Sementara, restoran masih boleh menerima pengunjung yang makan-minum di tempat dengan catatan maksimal pengunjung 25 persen dari total kapasitas.

Begitu juga dengan rumah ibadah yang masih diperbolehkan menampung jamaah. Tetapi dibatasi paling banyak 50 persen sehingga sudah tentu roda bisnis akan kembali melambat, dan pemulihan ekonomi kembali terhambat.

Padahal, survei Bank Indonesia menyatakan Keyakinan Konsumen terhadap ekonomi Indonesia menguat. Pada bulan Desemer 2020, Indeks Keyakinan Konsumen naik menjadi 96,5 persen dari yang sebelumnya hanya 92 persen.

"Ini menandakan bahwa Keyakinan Konsumen mendekati zona optimis," kata dia.

Keyakinan konsumen yang membaik didorong oleh menguatnya persepsi terhadap kondisi ekonomi. Didukung aspek ketersediaan lapangan kerja, penghasilan dan ketepatan waktu pembelian barang tahan lama.

Sisi Eksternal

Petugas menunjukkan mata uang rupiah dan dolar di Jakarta, Senin (9/11/2020). Rupiah dibuka di angka 14.172 per dolar AS, menguat jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya yang ada di angka 14.210 per dolar AS. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Petugas menunjukkan mata uang rupiah dan dolar di Jakarta, Senin (9/11/2020). Rupiah dibuka di angka 14.172 per dolar AS, menguat jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya yang ada di angka 14.210 per dolar AS. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Dari sisi eksternal, penguatan dolar ini dipicu ekspektasi bangkitnya perekonomian Amerika Serikat tahun ini. Termasuk sebagai imbal hasil obligasi yang tetap kuat. Selain itu, pernyataan para pejabat The Fed yang menunjukkan optimisme pemulihan ekonomi membuat dolar AS menguat tajam.

Di tempat berbeda, Presiden The Fed St. Louis, James Bullard mengatakan semua faktor yang akan memicu inflasi sudah ada, dari kebijakan moneter dan fiskal. Bullard mengatakan saat ini kebijakan fiskal sangat powerful, dan kemungkinan akan ada tambahan lagi saat pemerintahan Joseph 'Joe' Biden.

Disisi lain, Presiden terpilih Joe Biden mengatakan orang Amerika membutuhkan bantuan lebih segera sekarang dan bertindak sekarang akan membantu ekonomi bahkan dengan pembiayaan defisit. Dia telah berjanji untuk menyusun proposal dukungan fiskal triliunan dolar dalam minggu mendatang untuk memerangi COVID-19.

Seruan untuk pemakzulan Trump meningkat setelah dia menghasut kerusuhan pendukungnya di Capitol Hill di Washington DC. Ketua DPR Nancy Pelosi memimpin seruan agar Wakil Presiden Mike Pence dan kabinet untuk mencopot Presiden Donald Trump dari jabatannya sebelum pindah ke pemakzulan selama minggu sebelumnya.

Reporter: Anisyah Al Faqir

Sumber: Merdeka.com

Infografis Rupiah dan Bursa Saham Bergulat Melawan Corona

Infografis Rupiah dan Bursa Saham Bergulat Melawan Corona (Liputan6.com/Triyasni)
Infografis Rupiah dan Bursa Saham Bergulat Melawan Corona (Liputan6.com/Triyasni)

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: