PPKM dan Covid-19 Varian Delta Hambat Pemulihan Ekonomi Indonesia

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Pemulihan ekonomi berpotensi terhambat pada triwulan III ini akibat meningkatnya peningkatan sebaran kasus varian delta yang dilanjutkan dengan penerapan pembatasan mobilitas (PPKM) yang lebih ketat oleh Pemerintah.

Direktur Treasury and International Banking Bank Mandiri Panji Irawan mengatakan, penerapan PPKM berpotensi berdampak pada penurunan signifikan konsumsi masyarakat akibat terbatasnya mobilitas.

Hal ini terlihat pada leading indicator Mandiri Spending Index (MSI) yang menunjukkan penurunan signifikan pada bulan Juli.

"Jika kita mengutip hasil hitungan teman-teman di Mandiri Institute, MSI menurun sekitar 6 persen hingga akhir Agustus kemarin dibandingkan awal pelaksanaan PPKM. Penurunan ini sebenarnya sudah relatif lebih rendah dibandingkan pembatasan mobilitas di Januari yang lalu yang turun sekitar 18," ujarnya, Kamis (9/9/2021).

Penurunan yang lebih rendah disebabkan karena sejak awal Agustus masyarakat sudah mulai meningkatkan mobilitas dan transaksi. "Fakta ini yang meyakinkan kita bahwa ekonomi di kuartal III ini kemungkinan tidak turun lebih dalam lagi. Tentu saja kita berharap agar kasus Covid-19 yang sudah reda tidak meningkat kembali setelah mobilitas meningkat," jelas Panji.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Momentum

Suasana arus lalu lintas di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (5/11/2020). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia pada kuartal III-2020 minus 3,49 persen, Indonesia dipastikan resesi karena pertumbuhan ekonomi dua kali mengalami minus. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)
Suasana arus lalu lintas di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (5/11/2020). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia pada kuartal III-2020 minus 3,49 persen, Indonesia dipastikan resesi karena pertumbuhan ekonomi dua kali mengalami minus. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Panji melanjutnya, perekonomian lndonesia pada triwulan II 2021 sebenarnya sudah mulai pulih dan tumbuh 7,07 persen yoy, kembali ke teritori positif setelah mencatat kontraksi dalam 4 triwulan terakhir.

Berbagai indikator ekonomi menunjukkan perbaikan secara konsisten sejak bulan Maret dan April.

Dia menambahkan, insentif pajak dan percepatan vaksinasi mendorong bangkitnya kepercayaan konsumen. Kinerja sektor manufaktur juga membaik tercermin dari indeks PMI yang secara konsisten berada pada teritori ekspansi pada periode April-Juni.

"Selain itu, meningkatnya harga komoditas global menyebabkan kinerja perdagangan mengalami surplus dan turut mendukung pemulihan ekonomi," tandasnya.

Reporter: Anggun P. Situmorang

Sumber: Merdeka.com

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel