PPKM Darurat, Aktivitas Bekerja di DPR Dibatasi hanya 25 Persen

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Pemerintah menetapkan PPKM Darurat untuk Pulau Jawa dan Bali mulai tanggal 3 hingga 20 Juli 2020. Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Sufmi Dasco Ahmad menyebut, DPR akan sangat membatasi seluruh kegiatan dari kantor.

"Ada juga kan tadi sektor yang boleh sebagian sektor, termasuk juga DPR kan adalah sektor yang boleh ada sebagian wfo (work from office), sehingga kita membatasi sekali kegiatan wfo," katanya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (1/7/2021).

Meski begitu, DPR tetap melakukan kombinasi antara work from home dan work from office. Dia ingin target kerja DPR tidak terganggu.

"Tetapi secara daring kegiatan kegiatan yang harus menjadi target bisa tidak terganggu dengan kombinasi wfo dan wfh," kata dia.

Kombinasi WHF dan WFO

Petugas pemadam kebakaran menyemprotkan cairan disinfektan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Minggu (9/8/2020). Penyemprotan cairan disinfektan tersebut dilakukan dalam rangka pencegahan penyebaran virus Corona (COVID-19) di lingkungan DPR/MPR. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Petugas pemadam kebakaran menyemprotkan cairan disinfektan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Minggu (9/8/2020). Penyemprotan cairan disinfektan tersebut dilakukan dalam rangka pencegahan penyebaran virus Corona (COVID-19) di lingkungan DPR/MPR. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Dasco mengungkapkan, ada kerja-kerja DPR yang harus diselesaikan sesuai target. Namun, ia memastikan angka wfo DPR lebih sedikit dibawah 25 persen.

"Dan memang ada beberapa yang ditargetkan segera rampung oleh karena itu kebijakan pimpinan DPR dikombinasi antara wfo dan wfh," ucapnya.

"Ya (wfo) mungkin akan lebih sedikit (dibawah 25 persen)," kata Ketua Harian Partai Gerindra ini.

Reporter: Muhammad Genantan Saputra

Sumber: Merdeka.com

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel