PPKM Darurat di Tangsel, Pasokan Pangan Dipastikan Aman

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang akan dimulai Sabtu, 3 Juli 2021, ternyata disambut baik oleh Pemkot Tangerang Selatan (Tangsel). Kebijakan ini pun diharapkan mampu menekan angka penularan Covid-19 di wilayahnya.

Bahkan, untuk mengintensifkan kegiatan tersebut, Pemkot bersama Forkopimda akan membentuk tim pengawas di 7 kecamatan yang ada di wilayah tersebut.

"Untuk melaksanakan pemantauan, pengawasan di lapangan, maka kami membentuk 7 tim pada setiap kecamatan. Terdiri dari anggota Satpol PP, dari satuan Polri, dari satuan TNI, dari satuan Kejaksaan Negari, demikian juga dengan dari yang lain - lain," jelas Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie di ruang Galery, Balai kota Tangsel, Kamis (1/7/2021).

Dia memastikan akan mengikuti 14 aturan dan ketentuan Pemerintah Pusat dalam PPKM Darurat yang diterapkan di Tangsel. Meski, aturan dalam kebijakan PPKM Darurat yang akan diterapkan di Tangsel tersebut masih akan dirumuskan.

"Untuk melaksanakan hal tersebut, kami akan menerbitkan Surat Edaran terkait dengan pengaturan-pengaturan tadi, hari ini akan kita terbitkan dan mulai berlaku tanggal 3 Juli," kata Benyamin.

Dia juga menegaskan, nantinya pengawasan yang dilakukan petugas gabungan di 7 wilayah kecamatan di Tangsel, dilakukan demi memastikan PPKM Darurat yang diterapkan dalam membatasi aktifitas masyarakat dapat benar-benar dipatuhi masyarakat Tangsel.

"Kita akan lakukan pemantauan pada titik-titik tertentu. Apakah pada jam 20.00 WIB sudah betul-betul tutup. Biasa ini kami akan lakukan monitoring, patroli dan lain sebagainya," ucap Benyamin.

Ketersediaan Pangan Dipastikan Aman

Wali kota juga memastikan, bila selama dua pekan lebih tersebut, ketersediaan pangan di wilayahnya akan aman. Jadi tak perlu ada aksi panic buying di swalayan ataupun pasar tradisional.

"Kami ingin sampaikan bahwa stok pangan di Tangsel dalam kondisi stabil, harga stabil. Karena saat ini terjadi penurunan pembelian," kata Benyamin.

Sehingga dia memastikan, jika nantinya terjadi pembatasan aktivitas perniagaan selama masa PPKM Darurat, stok bahan pangan di Tangsel tersedia.

Bahkan, Benyamin mengklaim jika sampai saat ini ada 102 ton beras cadangan milik pemerintah Kota Tangsel yang disimpan di Bulog.

"Namun demikian kami melalui Disperindag, akan melakukan pemantauan setiap hari terhadap fluktuasi harga. Apabila terjadi kenaikan harga pelan-pelan, maka kami akan lakukan segera intervensi yang diperlukan," tegasnya.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel