PPKM Darurat, IHSG Masih Bertahan di Posisi 6.000 pada Pekan Ini

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada 28 Juni-2 Juli 2021. Penguatan IHSG terjadi di tengah sentimen Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. PPKM Darurat berlaku 3-20 Juli 2021 di Jawa dan Bali.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), Sabtu (3/7/2021) IHSG naik 0,01 persen dari 6.002,39 pada pekan lalu menjadi 6.023. IHSG masih positif di tengah penetapan PPKM Darurat pada pekan ini.

Selain itu, kapitalisasi pasar saham juga meningkat 0,38 persen menjadi Rp 7.154,94 triliun dari Rp 7.128,14 triliun pada pekan sebelumnya.

Peningkatan juga terjadi pada rata-rata volume transaksi harian bursa yang menguat 4,18 persen dari 18,570 miliar saham pada pekan lalu menjadi 19,346 miliar saham pada pekan ini.

Rata-rata frekuensi harian bursa selama sepekan juga naik 0,61 persen menjadi 1.163.664 transaksi dari 1.156.570 transaksi pada penutupan pekan sebelumnya. Meski demikian,rata-rata nilai transaksi harian bursa turun 0,23 persen menjadi Rp 11,36 triliun dari Rp 11,39 triliun pada pekan lalu.

Investor asing pada Jumat, 2 Juli 2021 mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp257,73 miliar, sedangkan sepanjang 2021 investor asing mencatatkan beli bersih saham sebesar Rp16,287 triliun.

Total Emisi Obligasi

Pengunjung melintasi papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (30/12/2020). Pada penutupan akhir tahun, IHSG ditutup melemah 0,95 persen ke level 5.979,07. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Pengunjung melintasi papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (30/12/2020). Pada penutupan akhir tahun, IHSG ditutup melemah 0,95 persen ke level 5.979,07. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Pada Jumat, 2 Juli 2021, terdapat pencatatan Sukuk Mudharabah di BEI, yaitu Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Mandala Multifinance Tahap I Tahun 2021 yang diterbitkan oleh PT Mandala Multifinance Tbk dengan nilai nominal sebesar Rp 350 miliar dan jangka waktu 367 hari.

Hasil pemeringkatan dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) untuk Sukuk Mudharabah ini adalah idA(sy) (Single A Syariah). PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk bertindak sebagai Wali Amanat dalam emisi ini.

Total emisi obligasi dan sukuk yang sudah tercatat sepanjang 2021 adalah 36 emisi dari 29 emiten senilai Rp39,78 triliun. Dengan pencatatan ini, total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 466 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp422,43 triliun dan USD47,5 juta, diterbitkan oleh 126 Emiten.

Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 150 seri dengan nilai nominal Rp4.282,62 triliun dan USD400,00 juta. Efek Beragun Aset (EBA) sebanyak 11 emisi senilai Rp6,39 triliun

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel