PPKM Darurat Jawa dan Bali Segera Dilakukan, Gavin Kwan Kecewa Liga 1 Terkena Imbas

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Denpasar - Pemerintah Indonesia memutuskan memberlakukan PPKM darurat Jawa dan Bali karena lonjakan kasus COVID-19 dalam beberapa hari terakhir. Pemain Bali United, Gavin Kwan Adsit, mengaku frustrasi dengan lonjakan angka COVID-19 yang membuat Liga 1 terdampak.

Pembatasan darurat kali ini akan berlaku untuk berbagai kegiatan. Tidak hanya di tempat umum seperti pusat perbelanjaan, tapi juga di fasilitas olahraga termasuk lapangan sepak bola.

PPKM dari pemerintah ini boleh dibilang juga memengaruhi rencana pelaksanaan kompetisi. PSSI dan PT Liga Indonesia Baru bahkan memutuskan menunda rencana pelaksanaan Liga 1 dan Liga 2 yang semula dijadwalkan mulai 9 Juli 2021. Surat dari Satgas COVID-19 yang ditandatangani Kepala BNPB menjadi dasar keputusan PSSI dan PT LIB menunda pelaksanaan akompetisi.

Gavin Kwan Adsit, pemain serbabisa milik Bali United, mengaku frustrasi dengan keadaan persepakbolaan Indonesia saat ini. Ia pun tidak bisa menutupi rasa kecewa karena kembali gagal beraksi di lapangan hijau sesuai rencana awal Liga 1 akan bergulir.

"Jujur kami frustrasi dan kecewa. Seharusnya sudah mulai lagi. Tapi, sekarang belum ada kepastian dimulai lagi," ujar Gavin Kwan Adsit.

"Kalau tidak ada kejelasan, bisa-bisa satu tahun lagi baru ada kompetisi. Dunia sepak bola di Indonesia sangat buruk, paling terlambat dan tertinggal di antara negara lain," keluh mantan pemain Timnas Indonesia U-22 di SEA Games 2017 itu.

Menurunkan Semangat

Aksi pemain Bali United, Gavin Kwan Adsit (dua dari kanan), pada laga kontra PSIM Yogyakarta pada rangkaian Tour De Java, Senin (14/6/2021). (Media Bali United)
Aksi pemain Bali United, Gavin Kwan Adsit (dua dari kanan), pada laga kontra PSIM Yogyakarta pada rangkaian Tour De Java, Senin (14/6/2021). (Media Bali United)

Meski menyadari bahaya COVID-19 yang masih mengancam dan penundaan Liga 1 dan Liga 2 adalah konsekuensi yang harus dilakukan, tapi dia mengakui ada kemungkinan pemain bisa kehilangan semangat karena penundaan ini.

"Bicara mental jelas tidak bagus. Kami tidak tahu masa depan seperti apa. Kami sudah melakukan persiapan begitu lama dan tidak ada tujuan sama sekali dari persiapan yang sudah kami lakukan," ucapnya.

Bali United wajar menjadi tim yang cukup kecewa. Selain Liga 1 dan Piala Wali Kota Solo tertunda, Piala AFC juga masih belum jelas apakah bakal digelar. Padahal seharusnya Bali United melakoni laga perdana Grup G menghadapi wakil Kamboja, Boeung Ket FC, pada Rabu (30/6/2021).

Beruntung pemain Bali United sampai saat ini masih berlatih seperti biasa. Kamis (1/7/2021), Wawan Hendrawan dkk. melakukan latihan di Lapangan Yoga Perkanthi, Jimbaran, setelah kembali dari Surakarta. Seperti biasa, sesi latihan masih dengan protokol kesehatan ketat dan tanpa dihadiri oleh pihak-pihak yang tidak berkepentingan.

"Minimal selama kompetisi, kami masih bisa berlatih. Tapi, ya ada kompetisi jelas bagus. Semoga dalam waktu dekat sudah ada kejelasan terkait kompetisi yang dijalani Bali United," tutupnya.

Video

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel