PPKM Darurat, Kapolda Jateng Kerahkan Pasukan Besar-besaran

·Bacaan 1 menit

VIVAKapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi, siap mendukung penuh aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat untuk Jawa-Bali, yang berlaku mulai 3 hingga 20 Juli 2021. Pihaknya sudah koordinasi dengan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan jajaran terkait untuk pelaksanaan program itu.

Pihaknya juga menyiapkan ikatan regu dan pleton dari TNI/Polri yang akan digeser ke tempat-tempat PPKM Darurat dilaksanakan. Tujuannya untuk mempertebal pengamanan, melakukan penyekatan penutupan terkait akses ke wilayah itu, sekaligus mengawasi dan mengedukasi masyarakat tentang protokol kesehatan.

"Kami tidak mau PPKM elek-elekan, karena semua diawasi pasukan kita. Tak hanya menugaskan satu dua orang anggota, tapi mengerahkan pasukan lebih besar lagi. Di satu desa bisa dijaga satu regu, pleton atau kalau perlu kompi," ujar Kapolda di Mapolda Jateng, Kamis, 1 Juli 2021.

Baca juga: COVID-19 Mengganas, Muncul Klaster Kerja Bhakti di Kota Malang

Kapolda juga telah memetakan, wilayah mana yang menjadi perhatian sesuai zonasi. Jajaran di bawah juga sudah disiapkan, untuk memperketat pengaturan sesuai dengan PPKM Darurat.

"Ada beberapa titik simpul dari dan ke wilayah Jateng. Polres Brebes sudah menyiapkan, Rembang, Cilacap, Blora dan lainnya manakala PPKM Darurat dilaksanakan. Zonasinya sudah ada, untuk wilayah Jateng ada 11 kabupaten/kota yang ditargetkan. Contohnya Kota Semarang, Surakarta, Klaten dan lainnya yang menjadi target. Nanti kami kendalikan," katanya.

Luthfi mendesak seluruh kabupaten/kota di Jateng, membuat perda tentang penanganan COVID-19. Sebab menurutnya, masih ada beberapa daerah yang belum memiliki itu.

"Kalau hanya perbub/perwali, itu belum mengikat. Kalau ada perda, kami akan lebih giat dan greget," tegasnya.

Laporan: Teguh Joko Sutrisno/ tvOne Jawa Tengah.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel