PPKM Darurat Masuki Hari ke-10, Wagub DKI: Mobilitas Warga Jakarta Turun 50 persen

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyebut mobilitas masyarakat mengalami penurunan selama 10 hari pelaksanaan PPKM darurat.

"Terjadi penurunan signifikan lebih dari 50 persen, bertanda baik," kata Riza di kawasan Jakarta Selatan, Selasa (13/7/2021).

Politikus Gerindra ini mengharapkan penurunan mobilitas masyarakat dapat memberikan dampak positif dalam penanggulangan kasus Covid-19 di Jakarta. Karena hal itu dia mengharapkan hingga 20 Juli 2021 terdapat penurunan kasus Covid-19 yg signifikan.

Sebab beberapa Minggu terakhir kasus harian Covid-19 di Jakarta mencapai lebih dari 10 ribu orang.

"Mudah-mudahan dengan tanggal 20 kita dapat memenuhi target penurunan yang cukup signifikan, dan hari-hari berikutnya mudah-mudahan kita bisa mendapatkan hasil yang baik atas program PPKM Darurat," ucapnya.

Selain itu, Riza juga meminta masyarakat terus melakukan vaksinasi Covid-19. Saat ini Pemprov DKI telah menyiapkan sejumlah lokasi vaksinasi yang tersebar di setiap wilayah.

"Sekali lagi mohon seluruh warga Jakarta segerakan vaksin, untuk memastikan keselamatan kita semua," jelas dia.

Genjot Target Vaksinasi

Petugas Polisi dan Dishub menyekat ruas Jalan Simatupang mengarah ke Fatmawati, Jakarta, Sabtu (10/7/2021). Penambahan titik penyekatan jalan seperti ruas Jalan Simatupang, Jalan Antasari, dan Jalan Raya Cijantung untuk mempertegas bahwa Jakarta masih masa PPKM Darurat. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Petugas Polisi dan Dishub menyekat ruas Jalan Simatupang mengarah ke Fatmawati, Jakarta, Sabtu (10/7/2021). Penambahan titik penyekatan jalan seperti ruas Jalan Simatupang, Jalan Antasari, dan Jalan Raya Cijantung untuk mempertegas bahwa Jakarta masih masa PPKM Darurat. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Sebelumnya, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dwi Oktavia menyatakan vaksinasi Covid-19 di Ibu Kota masih terus berjalan.

Kata dia, untuk vaksinasi dosis pertama secara total sudah mencapai 5.466.004 orang atau 62,0 persen.

"Sedangkan total dosis 2 kini mencapai 1.951.695 orang atau 22,1 persen," ucap Dwi dalam keterangan tertulis, Selasa (13/7/2021).

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel