PPKM Darurat, Polri: Ada 407 Titik Penyekatan-Pengendalian Mobilitas

·Bacaan 2 menit

VIVA – Kepala Korps Lalulintas Polri Inspektur Jenderal Polisi Istiono mengatakan, Polri akan mendukung penerapan PPKM Darurat yang berlaku mulai tanggal 3 Juli 2021. Salah satu yang akan dilakukan Polri adalah dengan menggelar operasi Aman Nusa II yang akan dilakukan mulai tanggal 3 Juli sampai dengan 1 Agustus 2021.

Dalam operasi Aman Nusa II ini, Polri juga berpedoman pada surat edaran Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Nomor 14 Tahun 2021 tentang perjalan orang dalam negeri pada masa Pandemi.

Menurut Istiono, Korlantas Polri telah menyiapkan 407 titik penyekatan dan pengendalian mobilitas orang selama PPKM Darurat.

"Kami telah membuat atau membangun 407 lokasi pembatasan atau penyekatan untuk pengendalian mobilitas pada masa PPKM darurat dari tanggal 3 Juli 2021 di wilayah provinsi Jawa sampai dengan Bali," kata Istiono, Jumat, 2 Juli 2021.

Istiono menjelaskan, untuk wilayah DKI Jakarta, Korlantas membangun 60 titik. Sebanyak 60 titik itu terbagi menjadi 25 titik pembatasan atau penyekatan mobilitas dan 35 titik pembatasan pengendalian mobilitas.

Sedangkan untuk wilayah Banten, ada 20 lokasi dengan 2 titik penyekatan dan 18 titik pengendalian mobilitas. Untuk wilayah Jawa Barat ada 106 lokasi dengan 62 titik penyekatan dan 44 titik pengendalian mobilitas.

"Untuk Jawa Tengah ada 42 lokasi dengan 9 titik penyekatan dan 33 titik pengendalian mobilitas, Jawa Timur ada 161 lokasi dengan 75 titik penyekatan dan 86 titik pengendalian mobilitas, Daerah Istimewa Yogyakarta ada 6 lokasi yang menjadi titik pengendalian mobilitas, Sedangkan Bali ada 12 lokasi dengan 4 titik penyekatan dan 8 titik pengendalian mobilitas," ujarnya.

Istiono menegaskan, dalam tindakan di lapangan, Polri mengedepankan upaya preventif, edukatif, tegas, humanis. Apabila tidak memenuhi persyaratan, kendaraan yang melintas akan diminta putar balik arah.

Dia juga meminta agar petugas dapat menindak pelaku pelanggaran PPKM Darurat dengan tahapan memberikan imbauan, teguran simpatik, hingga terakhir tindakan tegas.

"Lakukan diskresi dan pengaturan lalu lintas apabila terjadi situasi yang memerlukan tindakan-tindakan di lapangan," ujarnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel