Angka COVID-19 di Luar Jawa Naik, Gerakan Ini Wajib Dilakukan

·Bacaan 2 menit

VIVA – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat atau Level 4 yang dilaksanakan di pulau Jawa dan Bali, mulai menunjukkan hasil. Hal itu disampaikan oleh Deputi IV Kepala Staf Kepresidenan Bidang Informasi dan Komunikasi, Juri Ardiantoro.

Menurut dia, jika melihat dari angka-angka yang ada, kebijakan PPKM Darurat dan Level 4 di Jawa dan Bali, telah menunjukkan ke arah keberhasilan.

"Kemarin kita sangat kerepotan untuk mengatasi BOR (bed occupancy ratio) rumah sakit sampai angka 90 persen. Kemudian obat-obatan, oksigen, sekarang sudah bisa diatasi, karena angka kesembuhannya sudah sangat tinggi dan angka positifnya sudah sangat berkurang," ujarnya saat media breafing yang digelar Aice Group dan KSP secara virtual, Kamis 5 Agustus 2021.

Menurut Juri, hal itu berarti masyarakat turut andil dalam keberhasilan tersebut. Salah satunya dengan penerapan disiplin menggunakan masker.

"Karena kalau tidak disiplin, gak mungkin angka-angka itu membaik," ujar dia.

Namun sayangnya, keberhasilan tersebut tidak dibarengi daerah-daerah lain, terutama wilayah di luar Jawa dan Bali, yang tidak menerapkan PPKM.

"Beberapa daerah di luar Jawa dan Bali menunjukkan angka-angka yang mengkhawatirkan, karena kenaikan angka positifnya signifikan. Jadi, kita juga harus memerhatikan pola penanganan di luar Jawa dan Bali," kata Juri.

Juri menambahkan, "Sekarang Presiden sudah perintahkan pada seluruh jajarannya di daerah untuk siap mengatasi kemungkinan-kemungkinan masalah yang muncul, karena kenaikan angka yang signifikan di luar Jawa dan Bali.”

Dalam rangka mempercepat penanganan dan pengendalian COVID-19, serta meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih disiplin dalam menggunakan masker, Juri turut menceritakan mengenai Gerakan dari Pintu ke Pintu 'WAJIB MASKER' yang diusung oleh Kantor Staf Presiden dan Aice Group.

"Gerakan ini ada di 18 kota/kabupaten di Indonesia yang sekarang sedang bergerak untuk mengkampanyekan dari pintu ke pintu wajib masker. Masker medis sejumlah 500 ribu akan didistribusikan dari pintu ke pintu kepada masyarakat melalui relawan dan ibu-ibu PKK di 18 Kabupaten/Kota se-Indonesia," tutur Juri Ardiantoro.

Ketua Umum Relawan Nasional Lawan COVID-19 (RLNC19), Kris Budihardjo, menambahkan, untuk daerah Jawa Barat, mereka sudah memiliki posko di 27 kabupaten/kota, begitu pun dengan Jawa Timur.

"Di Jawa Tengah dan Jogja, belum terlalu banyak peran kita, Banten juga sudah mulai. Di luar Jawa, kita sudah ada di Singkawang, NTB, dan Sumatera Utara," ujarnya.

Kris lebih lanjut menjelaskan, dalam kampanye atau Gerakan dari Pintu ke Pintu 'WAJIB MASKER' itu, mereka banyak memberikan sosialisasi terkait informasi vaksin, informasi mengenai fasilitas rumah sakit hingga meluncurkan aplikasi plasma.

"Plasma itu sudah sekali didapat. Kita membuat sebuah aplikasi relawan plasma, yang mana donatur atau pendonor atau yang membutuhkan bertemu di aplikasi itu. Itu adalah sumbangsih dari Relawan Nasional Lawan COVID-19," kata Kris Budihardjo.

Dalam kesempatan tersebut, Juru Bicara sekaligus Brand Manager Aice Group, Sylvana turut menyampaikan jumlah total masker yang sudah didistribusikan.

"Dari awal pandemi di Indonesia, Aice telah membagikan 50 juta masker medis kepada masyarakat dan 10 juta es krim," kata Sylvana.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel