PPKM Dicabut, Dirut Garuda Indonesia: Sektor Penerbangan Bakal Cepat Pulih

Merdeka.com - Merdeka.com - Bisnis sektor penerbangan diperkirakan bakal melanjutkan momentum pemulihan di tahun 2023. Salah satunya dipicu kebijakan pemerintah yang telah mencabut kebijakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

"Prediksinya juga begitu karena PPKM sudah dilepaskan," kata Direktur PT Garuda Indonesia, Irfan Saputra kepada merdeka.com, Jakarta, Sabtu (31/12).

Berdasarkan data per kuartal III-2022 jumlah penumpang pesawat Garuda Indonesia Grup telah mencapai 10,49 juta orang. Angka ini melonjak 37,05 persen dibandingkan tahun 2021 pada periode yang sama.

Tren peningkatan penumpang ini pun masih akan berlangsung sampai akhir tahun. Trafik penumpang diperkirakan juga akan terus tumbuh hingga 30 persen menjelang penutup tahun ini jika dibandingkan dengan periode November 2022.

Hal tersebut juga terefleksikan melalui pembukuan kinerja keuangan Garuda yang sejak pertengahan tahun 2022 secara konsisten terus membukukan kinerja positif.

Dari optimalisasi ketersediaan alat produksi, hingga akhir tahun ini, Garuda dapat mengoperasikan sekitar 53 armada. Adapun pada tahun 2023 mendatang, Garuda menargetkan dapat mengoperasikan sedikitnya 66 armada di luar armada yang dimiliki sebanyak 6 armada.

"Kami optimistis tahun 2023 akan menjadi momentum Garuda untuk bertransformasi menjadi entitas bisnis yang semakin agile, adaptif, dan berdaya saing serta tentunya terus mengedepankan fokus profitabilitas kinerja usaha," tutup Irfan.

Jumlah Penumpang Transportasi Umum Membludak

Sebelumnya, Ketua Umum MTI, Tory Damantoro meyakini, dengan dicabutnya aturan PPKM maka jumlah penumpang transportasi umum akan semakin meningkat. Terlebih, penumpang sudah tidak lagi harus menunjukkan bukti hasil tes Covid-19 untuk menggunakan transportasi umum.

"Jadi, dengan PPKM dicabut pasti akan meningkatkan perjalanan masyarakat," tekan Tory dalam acara Press Confrence Outlook Transportasi Tahun 2023 di Hotel Mercure Sabang, Jakarta Pusat, Jumat (30/12).

Proyeksi MTI ini sejalan dengan realisasi peningkatan jumlah penumpang angkutan udara selama periode Nataru. Tory mencatat, saat ini, jumlah pesawat yang beroperasi sudah mencapai 400 unit. "Dan traffic yang dikelola AP (Angkasa Pura) I sudah 60 persen," ucap Tory.

Tory pun optimis jumlah penumpang akan terus meningkat hingga mendekati musim mudik Idulfitri 2023. Menyusul, telah dicabutnya aturan PPKM.

"Tahun lalu itu 55 persen penduduk Indonesia melakukan perjalanan (mudik), tu kemarin ada PPKM, Besok (Idulfitri 2023) bisa jauh lebih banyak lagi," ujar Tory. [idr]