PPKM Dicabut, Jumlah Penumpang Transportasi Umum Diprediksi Membludak

Merdeka.com - Merdeka.com - Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) menyambut baik keputusan pemerintah mencabut aturan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Ketua Umum MTI, Tory Damantoro meyakini, dengan dicabutnya aturan PPKM maka jumlah penumpang transportasi umum akan semakin meningkat. Terlebih, penumpang sudah tidak lagi harus menunjukkan bukti hasil tes Covid-19 untuk menggunakan transportasi umum.

"Jadi, dengan PPKM dicabut pasti akan meningkatkan perjalanan masyarakat," tekan Tory dalam acara Press Confrence Outlook Transportasi Tahun 2023 di Hotel Mercure Sabang, Jakarta Pusat, Jumat (30/12).

Proyeksi MTI ini sejalan dengan realisasi peningkatan jumlah penumpang angkutan udara selama periode Nataru. Tory mencatat, saat ini, jumlah pesawat yang beroperasi sudah mencapai 400 unit. "Dan traffic yang dikelola AP (Angkasa Pura) I sudah 60 persen," ucap Tory.

Tory pun optimis jumlah penumpang akan terus meningkat hingga mendekati musim mudik Idulfitri 2023. Menyusul, telah dicabutnya aturan PPKM.

"Tahun lalu itu 55 persen penduduk Indonesia melakukan perjalanan (mudik), tu kemarin ada PPKM, Besok (Idulfitri 2023) bisa jauh lebih banyak lagi," ujar Tory.

PPKM Dicabut, Jokowi Minta Tetap Pakai Masker di Keramaian dan Ruang Tertutup

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan masyarakat untuk tetap memakai masker pada saat di keramaian dan ruang tertutup meksi PPKM dicabut. Kesadaran masyarakat untuk vaksinasi juga perlu ditingkatkan.

"Pemakaian masker keramaian dan ruang tertutup harus tetap dilanjutkan, kesadaran vaksinasi harus terus digalakkan karena ini akan membantu meningkatkan imunitas," kata Jokowi saat jumpa pers di Istana Negara, Jumat (30/12).

Kepala negara mengimbau warga untuk tetap hati-hati dan waspada meningkatkan kesadaran dalam menghadapi risiko virus corona.

"Jadi tidak ada lagi pembatasan kerumunan dan pergerakan masyarakat, namun demikian saya minta kepada seluruh masyarakat dan komponen bangsa untuk tetap hati-hati dan waspada pertama masyarakat harus meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan dalam menghadapi dari risiko covid," tuturnya. [idr]