PPKM Dilonggarkan, Pengelola Pasar Tanah Abang: Dampaknya Tak Langsung Terasa

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Pemerintah memutuskan memperpanjang PPKM Level di Jakarta, kendati juga melakukan pelonggaran di beberapa sektor. Pasar menjadi salah satu yang mengalami pelonggaran aktivitas.

Meski begitu, pelonggaran yang direncanakan masih belum dirasakan oleh pengelola dan pedagang di Pasar Tanah Abang. Pengelola Pasar Tanah Abang, Hery Supriatna mengatakan, dampak dari kebijakan pelonggaran tersebut akan berpengaruh sekitar 7 sampai 10 hari ke depan.

Pelonggaran PPKM baru di info pemerintah kemarin, pengaruh atau dampaknya kita lihat 7 sampai dengan 10 hari ke depan,” katanya saat dikonfirmasi Liputan6.com, Selasa (7/9/2021).

Artinya, dampak pelonggaran akan dirasakan pedagang dan pengelola secara bertahap, dan ia pun berharap kedepannya kondisi akan semakin baik, jadi tak perlu lagi khawatir terhadap dampak negatif yang selama ini dirasakan.

Sementara itu, keadaan saat ini di pasar yang dikelolanya tersebut masih fluktuatif, karena beberapa pedagang masih khawatir terhadap kebijakan pemerintah dan terhadap Covid-19.

Namun, ia mengatakan kondisinya sudah lebih baik dari sebelumnya meski ada pergantian buka-tutup kios dari pedagang yang ada di pasar Tanah Abang.

“Kondisi Blok A - B Tanah Abang masih kondusif mas, setiap hari pedagang di Blok A - B fluktuatif yg buka dan tutup terkait kebijakan2 PPKM dan kekhawatiran-kekhawatiran terhadap Covid-19,” katanya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Tutup Kios

Pedagang pakaian menata dagangannya di Pasar Tanah Abang, Jakarta, Selasa (27/7/2021). Dengan kembalinya dibuka Pasar Tanah Abang penjual mengeluhkan pembeli yang sangat sepi akibat peraturan baru yang mewajibkan menunjukkan kartu vaksin Covid-19 saat hendak berbelanja. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Pedagang pakaian menata dagangannya di Pasar Tanah Abang, Jakarta, Selasa (27/7/2021). Dengan kembalinya dibuka Pasar Tanah Abang penjual mengeluhkan pembeli yang sangat sepi akibat peraturan baru yang mewajibkan menunjukkan kartu vaksin Covid-19 saat hendak berbelanja. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Menanggapi kabar banyaknya pedagang yang menjual kios, Hery mengatakan bahwa pedagang yang menutup kiosnya adalah penyewa dari pemilik kios. Jadi, ia juga berharap pelonggaran PPKM yang dilakukan akan memberikan dampak baik terhadap geliat ekonomi di pasar Tanah Abang.

“Semoga pemerintah juga bisa memberikan juga kelonggaran-kelonggaran dan kemudahan-kemudahan terkait ke pengunjung dan pedagang. Misal kemudahan untuk berkunjung ke Jakarta, relaksasi pajak untuk pedagang, permodalan dan kebijakan-kebijakan lainnya,” tutur Hery.

Dengan demikian, ia juga akan melakukan berbagai upaya selaku pengelola Pasar Tanah Abang untuk meningkatkan aktivitas perdagangan dan transaksi di wilayah yang dikelolanya.

Salah satunya adalah dengan aktif menyebarkan informasi melalui kanal media sosial yang dimilikinya.

“Antisipasi dan upaya yg dapat kami lakukan selaku pengelola yaitu tetap menyampaikan informasi-informasi untuk mengajak kembali konsumen berbelanja melalui sosial media. Seperti Instagram, FB dan Website. Misalnya Info.Pasartanahabang dan Palugada.tanahabang,” tutupnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel