PPKM Dilonggarkan, PPP Harap Tempat Ibadah Kembali Dibuka Seperti Biasa

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - DPW PPP DKI Jakarta menyambut baik keputusan pemerintah melonggarkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Kelonggaran itu lantaran baru-baru ini pemerintah diketahui sudah memberi izin untuk menggelar konser dan acara berskala besar seiring dengan membaiknya situasi pandemi Covid-19 di Tanah Air.

Meski diberi izin, kegiatan yang bersifat mengumpulkan massa dengan jumlah banyak tetap diwajibkan mengikuti sejumlah pedoman yang ditetapkan.

DPW PPP DKI Jakarta berharap, pelonggaran PPKM tersebut akan kembali menggairahkan kegiatan keagamaan di rumah-rumah ibadah.

Ketua DPW PPP DKI Abraham Lunggana atau Haji Lulung mengajak umat beragama kembali menjadikan rumah ibadah sebagai pusat kegiatan keagamaan. Dia berharap ritual keagamaan kembali dihidupkan di tengah-tengah masyarakat.

"Mari kembali rapatkan shaf, kita kembalikan peranan dan fungsi rumah ibadah. Umat sudah sangat lama tidak menikmati beribadah berjamaah," ujar Lulung, di Jakarta, Kamis (30/9/2021).

Dia mengatakan, saat ini progres pengendalian Covid sudah cukup baik dan terkendali. Sehingga, kata Lulung, masyarakat tidak perlu lagi mempertentangkan antara masalah pelonggaran tempat ibadah atau mengutamakan kesehatan.

Lulung pun mengimbau para pengelola rumah ibadah perlahan-lahan mulai kembali menyelenggarakan kegiatan keagamaan berjamaah.

Hanya saja, dia menegaskan, masyarakat tidak boleh lengah dan harus tetap mematuhi prokes dengan memakai masker dan mencuci tangan sebagai ikhtiar mencegah risiko penularan virus Covid-19 meski PPKM telah dilonggarkan.

"Sekarang, jangan ada lagi perdebatan antara mana yang paling utama antara prokes atau ibadah. Karena pemerintah sudah membolehkan daerah yang kasus Covid-19 nya sudah terkendali atau wilayah yang berstatus PPKM level 1," ungkap Lulung.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

#sudahdivaksintetap3m #vaksinmelindungikitasemua

Harus Utamakan Kesehatan dan Keselamatan

Haji Lulung akan memotong kupingnya jika Ahok berani maju dalam Pilkada DKI melalui jalur independen.(Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)
Haji Lulung akan memotong kupingnya jika Ahok berani maju dalam Pilkada DKI melalui jalur independen.(Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Namun demikian, mantan Anggota DPR RI ini mengingatkan, penyelenggaraan ibadah harus selalu mengutamakan kesehatan dan keselamatan setiap orang yang terlibat, sebab adanya interaksi manusia dalam jumlah banyak tetap berisiko terjadi penularan virus.

Lulung lantas menekankan, pentingnya Agama sebagai landasan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, termasuk beribadah.

Agama juga merupakan landasan Ideologi Pancasila dari leluhur-leluhur kita yang memerdekaan Negara Republik Indonesia untuk Berkehidupan Berbangsa dan Bernegara, sekaligus melihara Persatuan dan Kesatuan.

"Mari kita memohon perlindungan kepada Tuhan Yanga Maha Esa agar pandemi ini segera berakhir, sehingga aktivitas ekonomi di Jakarta juga segera pulih," kata Lulung.

Sementara itu, Sekretaris Wilayah (Sekwil) PPP DKI Najmi Mumtaza Rabbany mengajak seluruh anggota organisasi kepemudaan dan remaja masjid DMI mulai membuat program atau kegiatan yang bisa membuat masjid dan mushola di Jakarta kembali bergeliat.

"Mari kita hidupakan lagi masjid dengan kegiatan-kegiatan yang positif," ucap Gus Najmi panggilan akrabnya.

Putra Wakil Menteri Agama ini mengatakan, masjid harus dibuat menarik bagi remaja agar mereka mau aktif di dalamnya.

Sebab, selama ini masih ada kesan masjid hanya ditujukan untuk orang tua dengan program-program sebatas pengajian. Akhirnya remaja dan pemuda kurang tertarik untuk datang dan aktif di masjid.

"Jadi, selain sebagai pusat ibadah, masjid juga harus berfungsi untuk pengembangan remaja masjid dalam belajar ilmu agama, pendidikan dan keterampilan," terang Gus Najmi.

MUI Memberi Izin

Gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI), Jalan Proklamasi No 51, Menteng, Jakarta Pusat. (bimasislam.kemenag.go.id)
Gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI), Jalan Proklamasi No 51, Menteng, Jakarta Pusat. (bimasislam.kemenag.go.id)

Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga telah mempersilakan umat kembali merapatkan shaf sholat berjamaah di masjid untuk daerah yang kasus covidnya sudah terkendali.

Namun, jamaah diminta untuk tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat.

"Silakan rapatkan shafnya tapi tetap memakai masker dan jaga protokol kesehatan, khususnya di daerah level 1," kata Ketua MUI, KH Cholil Nafis, Rabu 29 September 2021.

Hal itu disampaikan Cholil merespons banyaknya pertanyaan terkait kapan umat Islam dapat merapatkan shaf salatnya kembali ketika menjalani salat berjemaah di masjid.

"Kalau sudah level 1 dan menurut Satgas sudah aman, ya silakan dirapatkan shafnya dan tetap gunakan masker," pesan Cholil.

Perbedaan Aturan PPKM Level 3 dan 4

Infografis Perbedaan Aturan PPKM Level 3 dan 4. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Perbedaan Aturan PPKM Level 3 dan 4. (Liputan6.com/Abdillah)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel