PPKM Diperpanjang, Ini Alasan Gunungkidul Masih Level 3 Meski Covid-19 Turun Drastis

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Gunungkidul - Wilayah aglomerasi DIY kembali diminta menerapkan PPKM Level 3 mulai Selasa 21 September hingga 4 Oktober 2021. Penerapan PPKM Level 3 ini juga berlaku bagi kabupaten sebagai bagian dari kawasan aglomerasi atau tujuan.

Terkait hal itu, Bupati Gunungkidul Sunaryanta menilai wilayahnya layak turun ke tingkat yang lebih rendah alias PPKM Level 2. Namun demikian, Sunaryana tetap mengikuti kebijakan tersebut mengingat Gunungkidul menjadi wilayah tujuan.

"Kalau bicara level sebenarnya Gunungkidul sudah di (PPKM) Level 2," kata Bupati Gunungkidul.

Pernyataan Sunaryanta tersebut mengacu pada kondisi dinamika kasus Covid-19 selama beberapa waktu terakhir. Mengingat jumlah kasus baru hingga kasus aktif konfirmasi positif terus berkurang setiap hari.

Dirinya menyebut, laporan pada Senin (20/9/2021) lalu, tercatat hanya ada 150 kasus aktif Covid-19. Adapun kasus baru konfirmasi positif saat ini dilaporkan kurang dari 15 orang tiap harinya.

Sebaliknya, angka sembuh terus meningkat dengan lebih dari 20 kasus per hari. Namun ia mengakui jika kasus kematian masih tetap terjadi, meski secara umum menurun.

"Paling tidak dilaporkan ada satu kasus kematian karena Covid-19 dalam sehari," kata Sunaryanta.

Ia menyatakan membaiknya kondisi tersebut tak lepas dari dukungan banyak pihak. Terutama dari masyarakat yang bersedia mengikuti aturan PPKM yang diterapkan pemerintah.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Vaksinasi Covid-19

Saat ini vaksinasi Covid-19 di Gunungkidul masih digencarkan guna mengejar target sasaran 70 persen dari populasi penduduk. Pelaksanaannya melibatkan dukungan dari unsur TNI dan Polri.

"Sejauh ini, vaksinasi Covid-19 di Gunungkidul sudah mencapai 60 persen lebih," ujar Sunaryanta.

Berdasarkan laporan terbaru Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul hari ini, jumlah kasus aktif kembali berkurang menjadi 137 kasus dengan 21 pasien sembuh baru. Namun dilaporkan pula 10 kasus baru, 2 di antaranya meninggal dunia.

Kepala Dinkes Gunungkidul Dewi Irawaty sebelumnya menyampaikan bahwa kemarin Bed Occupancy Rate (BOR) tinggal 16,3 persen. Jumlah bed pasien Covid-19 pun kini mencapai 116 unit dari yang sebelumnya 160 unit.

"Bed dan tenaga kesehatan saat ini bisa dipergunakan lagi untuk penanganan non-Covid," kata Dewi.

Adapun secara kumulatif, Gunungkidul mencatatkan 17.686 kasus konfirmasi positif Covid-19. Total sudah 1.015 pasien meninggal dunia, namun warga sembuh sudah mencapai 16.534 kasus.

Simak juga video pilihan berikut ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel