PPKM Diperpanjang: Simak Aturan Ibadah, Olahraga, Mal, hingga Makan di Warteg

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, pemerintah kembali memperpanjangan PPKM Level 4, Level 3, dan Level 2 di Jawa dan Bali hingga 23 Agustus 2021.

Selama Covid-19 masih menjadi pendemi, maka PPKM akan digunakan sebagai instrumen untuk mengendalikan mobilitas masyarakat. "Jika Covid-19 membaik maka level PPKM akan diturunkan, di mana pada level 2 dan 1 akan mengarah ke kehidupan yang normal," kata luhut pada Senin 16 Agustus 2021.

Luhut mengingatkan kembali bahwa terdapat 3 pilar utama dalam penanganan pandemi Covid-19 ini, Pertama adalah peningkatan coverage vaksinasi secara cepat, kedua penerapan 3T yang tinggi, dan terakhir adalah kepatuhan 3M terutama soal penggunaan masker yang baik.

Luhut juga mengatakan, ada beberapa pelonggaran dalam perpanjangan PPKM ini. “Pembukaan kembali mobilitas dan aktivitas masyarakat harus dilakukan secara gradual, seiring dengan peningkatan cakupan vaksinasi, kepatuhan terhadap protokol Kesehatan dan kecepatan testing, tracing dan treatment,” tutur dia.

Lengkapnya, berikut ini aturan lengkap perpanjangan PPKM di Jawa dan Bali hingga 23 Agustus 2021:

Aturan Tempat Ibadah

Pemerintah mengizinkan tempat ibadah buka dengan kapasitas maksimal 50 persen.

"Pemerintah juga akan meningkatkan kapasitas untuk tempat ibadah menjadi 50 persen di kota/kabupatan dengan PPKM level 4 dan 3 tentunya dengan penerapan protokol kesehatan yang baik," kata Luhut.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Kapasitas Mal Jadi 50 Persen, Boleh Dine-In

Pengunjung melakukan scan kode QR untuk memasuki Mall Senayan City, Jakarta, Senin (15/6/2020). Pusat perbelanjaan atau mal di Jakarta kembali dibuka pada Senin (15/6) di masa PSBB transisi dengan jumlah pengunjung masih dibatasi hanya 50 persen dari kapasitas normal. (Liputan6.com/Herman Zakharia)
Pengunjung melakukan scan kode QR untuk memasuki Mall Senayan City, Jakarta, Senin (15/6/2020). Pusat perbelanjaan atau mal di Jakarta kembali dibuka pada Senin (15/6) di masa PSBB transisi dengan jumlah pengunjung masih dibatasi hanya 50 persen dari kapasitas normal. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Luhut mengatakan, hasil evaluasi menunjukkan protokol kesehatan di pusat perbelanjaan atau mal sudah dilakukan secara displin dan ini untuk mendisiplinkan kita semua. Untuk itu pemerintah akan memperluas cakupan kota di level 4 yang dapat melakukan uji coba ini.

"Pemerintah akan meningkatkan kapasitas kunjungan mal menjadi 50 persen," kata Luhut.

Selain memberi kelonggaran kapasitas, pemerintah juga memberikan akses dine-in atau makan di tempat sebesar 25 persen kapasitas ruang atau hanya 2 orang per meja.

"Penerapan dine-in ini pada pusat perbelanjaan dan mal selama seminggu ke depan di wilayah level 4 yang melakukan uji coba dan wilayah level 3," jelas Luhut.

Izinkan Aktivitas Olahraga Outdoor

Warga berolahraga di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Minggu ( 25/7/2021). Sejumlah warga tetap beraktivitas olahraga meski Kota Jakarta masih dalam masa PPKM Level 4. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)
Warga berolahraga di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Minggu ( 25/7/2021). Sejumlah warga tetap beraktivitas olahraga meski Kota Jakarta masih dalam masa PPKM Level 4. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Olahraga outdoor dapat dilakukan baik secara individu atau kelompok dengan jumlah maksimal 4 orang. Selain itu, masyarakat yang berolahraga di luar ruangan tak boleh berkontak fisik.

"Olahraga jenis outdoor yang dilakukan secara individu atau kelompok yang jumlahnya tidak lebih dari 4 orang dan tidak melibatkan kontak fisik akan diizinkan beroperasi," kata Luhut.

Masyarakat yang melakukan olahraga di luar ruangan harus menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Nantinya, pemerintah akan memantau penerapan aturan ini melalui aplikasi Peduli Lindungi.

"Uji coba penerapan SOP ini menggunakan aplikasi Peduli Lindungi pada empat aglomerasi di Jawa-Bali di PPKM Level 4 dan kota/kabupaten dengan PPKM level 3," ujarnya.

Pekerja Sektor Industri Ekspor dan Domestik

Menko Marves Luhut B Pandjaitan mengunjungi fasilitas Isolasi Terpusat (Isoter) dan sentra vaksinasi di Malang dan Kota Batu, Jumat (13/8/2021).
Menko Marves Luhut B Pandjaitan mengunjungi fasilitas Isolasi Terpusat (Isoter) dan sentra vaksinasi di Malang dan Kota Batu, Jumat (13/8/2021).

Luhut menuturkan, pekerja sektor industri yang berorientasi pada ekspor dan domestik dapat bekerja dari kantor atau work from office (WFO) 100 persen.

"Selain pusat perbelanjaan mall, pemerintah juga akan melakukan uji coba prokes terhadap perusahaan orientasi ekspor dan domestik yang dilakukan oleh Kementerian Perindustrian dengan uji coba terhadap karyawan lebih dari 390 ribu orang dan akan diizinkan beroperasi sebanyak 100 persen," kata Luhut dalam jumpa pers virtual, Senin (16/8/2021).

Meski mengizinkan secara penuh, Luhut menegaskan tetap akan ada pembagian shift sebanyak dua gelombang yang dilakukan pada perusahaan. Selain itu, kepada para pegawai dan non-pegawai diwajibkan menggunakan aplikasi peduli lindungi saat jam oprasional kerja.

"Penerapan dilakukan 2 shift dan pegawai perusaahan wajib menggunakan aplikasi peduli lindungi dan screening terhadap karyawan dan non-karyawan yang masuk ke lokasi pabrik," kata Luhut.

Waktu Makan di Warteg Diperpanjang Jadi 30 Menit

Suasana Warteg Ellya yang menerapkan protokol kesehatan pencegahan penyebaran COVID-19 di Cilandak Timur, Pasar Minggu, Jakarta, Selasa (21/7/2020). Pelayan Warteg Ellya diwajibkan menggunakan pelindung wajah dan sarung tangan saat melayani pengunjung. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Suasana Warteg Ellya yang menerapkan protokol kesehatan pencegahan penyebaran COVID-19 di Cilandak Timur, Pasar Minggu, Jakarta, Selasa (21/7/2020). Pelayan Warteg Ellya diwajibkan menggunakan pelindung wajah dan sarung tangan saat melayani pengunjung. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Pemerintah kembali memperpanjang PPKM level 4 Jawa dan Bali hingga 23 Agustus 2021. Aturan lanjutan PPKM diperpanjang tertuang dalam Menteri Dalam Negeri (Mendagri) menerbitkan instruksi Nomor 34 Tahun 2021 tentang PPKM Level 4, 3, dan 2 Covid-19 Jawa-Bali.

Dalam Inmendagri Nomor 34 tersebut, terdapat aturan baru salah satunya tambahan waktu untuk makan di warteg atau warung makan dari 20 menit menjadi 30 menit.

"Warung makan/warteg, pedagang kaki lima, lapak jajanan, dan sejenisnya diizinkan buka dengan protokol kesehatan yang ketat sampai dengan pukul 20.00 waktu setempat dengan maksimal pengunjung makan di tempat 3 orang dan waktu makan maksimal 30 menit. Pengaturan teknis berikutnya diatur oleh Pemerintah Daerah," demikian kutipan Inmendagri Nomor 34 Tahun 2021.

Selain itu, restoran, rumah makan, kafe dengan lokasi yang berada dalam gedung atau tempat tertutup masih hanya menerima take away atau belum diizinkan makan di tempat.

Sementara restoran atau rumah makan di ruang terbuka, diizinkan buka dengan protokol kesehatan ketat sampai pukul 20.00.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel