PPKM Hantui Target Investasi 2021, Bahlil: Saya Biasa dengan Tantangan

·Bacaan 1 menit

VIVA – Menteri Investasi sekaligus Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan belum ada rencana revisi target investasi yang dipatok Presiden Joko Widodo pada tahun ini yang sebesar Rp900 triliun.

Meskipun adanya peningkatan kasus positif sejak awal kuartal III-2021 dan adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 .Dia optimisti,s target investasi tahun ini tercapai.

"Kalau ditanya apakah mau revisi target sampai dengan sekarang saya belum terpikir," kata Bahlil saat konferensi pers, Selasa, 27 Juli 2021.

Menurutnya, realisasi investasi hingga Semester I-2021 masih baik, yakni sebesar Rp442,8 triliun atau setara 49,2 persen dari target Presiden Jokowi. Selain itu, realisasi investasi ini dikatakan Bahlil masih tumbuh 10 persen dari Semester I-2020.

Baca juga: Investasi Belanda Geser Jepang di Indonesia, Menteri Bahlil Bahagia

"Kasih kami waktu untuk bekerja, memang kami bekerja siang dan malam, dan untuk bagaimana bisa mendorong realisasi tetap mencapai target," ujar dia.

Di sisi lain, Bahlil mengaku, kondisi Pandemi COVID-19 ini dan target presiden yang mencapai Rp900 triliun menjadi tantangan tersendiri baginya. Dia menegaskan selama ini hidup dan berkembang dengan tantangan.

"Memang ini adalah sebuah kondisi yang tidak menyenangkan, tapi ini sebuah tantangan, saya terbiasa lahir, besar dan berporeses dengan tantangan," tegas Bahlil.

Oleh sebab itu, Bahlil mengungkapkan sejumlah strategi yang akan ditempuhnya untuk mengejar target investasi presiden tahun ini. Diantaranya adalah menjemput rencana investasi dan membantu merealisasikannya.

"Terkait dengan itu kami melakukan man to man marking, kedua kami melakukan pendekatan dan ketiga kita turut membantu. Andaikan ada perubahan di kuartal IV kita akan evaluasi, kalau sekarang masih bagus," ungkapnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel