PPKM Jawa-Bali Diperpanjang, Kapasitas Makan di Mal Boleh 50 Persen

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Seiring dengan kondisi situasi Covid-19 yang semakin baik, pemerintah menerapkan beberapa penyesuaian dalam perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa-Bali hingga 6 September 2021. Salah satunya kapasitas dine-in atau makan di tempat di dalam mal, yang kini menjadi 50 persen.

"Seiring dengan kondisi situasi Covid-19 yang semakin baik, serta implementasi protokol Kesehatan dan penggunaan PeduliLindungi yang terus berjalan, ada beberapa penyesuaian aktivitas masyarakat yang bisa dilakukan," kata Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dalam konferensi pers PPKM pada Senin (30/8/2021).

Penyesuaian tersebut antara lain, kapasitas dine-in di dalam mal menjadi 50 persen, dan waktu jam operasi mal diperpanjang menjadi sampai pukul 21.00 WIB

Kemudian, dilakukan uji coba 1.000 outlet restoran di luar mal dan yang berada di ruang tertutup untuk bisa beroperasi dengan 25 persen kapasitas di Surabaya, Jakarta, Bandung dan Semarang.

Seluruh industri atau pabrik, baik yang orientasi domestik (non esensial) maupun ekspor (esensial), dapat beroperasi 100 persen dengan staff minimal dibagi 2 shift, selama memiliki IOMKI, memperoleh rekomendasi Kemenperin, dan menggunakan QR Code PeduliLindungi.

"Untuk sektor kritikal akan diwajibkan menggunakan QR Code Peduli Lindungi mulai 7 September 2021," jelas Luhut.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Pemulihan Ekonomi Berjalan Cepat

Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan saat konferensi pers evaluasi perpanjangan PPKM level.
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan saat konferensi pers evaluasi perpanjangan PPKM level.

Seiring dengan turunnya kasus dan banyaknya kabupaten/kota yang turun level, Luhut mengatakan bahwa pemulihan ekonomi berjalan cepat.

Pemulihan yang cepat tercermin dari survei Mandiri Institute yang menunjukkan peningkatan indeks belanja dan kunjungan ke tempat belanja di Jawa Bali.

"Selain itu, pemulihan juga terlihat dari mobilitas masyarakat untuk ritel dan rekreasi yang meningkat pesat," tuturnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel