PPKM Level 3 di Jakarta, Wagub Kaji Rencana Sekolah Tatap Muka

·Bacaan 2 menit

VIVA – Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria merasa bersyukur bahwa DKI Jakarta masuk dalam Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3, setelah sebelumnya PPKM level 4.

"Ya kita bersyukur. Alhamdulillah Jakarta diputuskan oleh pemerintah pusat memasuki PPKM level 3, artinya kita bersyukur," kata Ahmad Riza Patria di kantornya Jakarta, Senin, 23 Agustus 2021.

Baca juga: Presiden Jokowi Ucapkan Selamat ke PM Malaysia Baru Ismail Sabri

Ia menjelaskan, PPKM level 4 di Jakarta pada pekan sebelumnya mempertimbangkan banyak faktor, di antaranya kasus di daerah penyangga yang masih belum turun. Untuk saat ini, dia bersyukur sudah diputuskan turun ke PPKM level 3.

Dalam PPKM Level 3 ini, beberapa tempat sudah dibuka. Di antaranya rumah ibadah dibuka hingga mal yang juga dinaikkan kapasitasnya. “Kapasitas (mal) aja yang ditambah menjadi 50 persen. Bahkan dimungkinkan tatap muka untuk sekolah 50 persen. Kami belum memutuskan masih kami pelajari, kaji, kapan DKI Jakarta siap melakukan tatap muka,” katanya.

Meskipun DKI Jakarta ini sudah level 3, Riza menegaskan bahwa pihaknya tidak akan gegabah. Sebab banyak negara yang menggelar sekolah tatap muka, tapi justru jadi klaster baru.

"Kami akan pelajari ya. Kita tidak boleh gegabah karena kita tau di banyak negara terjadi sekolah dibuka ternyata terjadi klaster baru di sekolah. Kita akan pelajari nanti Dinkes, Dinas Pendidikan dan lain-lain yang terkait akan mempelajari akan diputuskan," kata Riza.

Sejauh ini, lanjut dia, sudah banyak guru dan murid yang telah divaksin COVID-19 di wilayah DKI Jakarta.

"Alhamdulillah kan guru dan anak-anak sudah hampir selesai semua. Kita sudah vaksinnya sudah 9,3 juta sudah. Sudah luar biasa dari target. Insya Allah selesai di bulan ini mudah-mudahan guru dan anak-anak yang masih belum," ungkapnya.

Tentu saja, lanjut Riza, ada beberapa indikator pemerintah pusat memutuskan wilayah DKI Jakarta masuk pada level 3 pada perpanjangan PPKM hingga 30 Agustus 2021.

"Ya di antaranya adalah penyebaran COVID-19 yang menurun, angka kematian, angka kesembuhan, positif, PCR dan lain sebagainya. Banyak faktor ya dan memang juga mementingkan daerah sekitarnya," ungkapnya.

Sebelumnya, Presien Joko Widodo mengatakan, untuk Pulau Jawa dan Bali wilayah aglomerasi Jabodetabek, Bandung raya, Surabaya, dan beberapa wilayah kota kabupaten dan kota lainnya sudah bisa berada pada level 3 mulai tanggal 24 agustus 2021.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel