PPKM Level Diperlonggar, Garuda Indonesia Optimis Jumlah Penumpang Naik

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Penerapan PPKM level kembali diperpanjang pemerintah meski dengan melakukan sejumlah penyesuaian.

Terkait ini, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk memproyeksikan kinerja operasional Perseroan akan mulai menunjukan tren pemulihan secara bertahap pada semester II tahun 2021.

Alasannya pada paruh kedua tahun ini pemerintah memberikan kelonggaran pada kebijakan pembatasan mobilitas masyarakat.

Di sisi lain jumlah penambahan kasus harian juga mengalami penurunan. Sehingga Garuda Indonesia optimis akan terjadi peningkatan trafik penumpang pesawat di semester kedua ini.

"Seiring dengan menurunnya jumlah kasus Covid-19 secara nasional yang berdampak pada relaksasi kebijakan PPKM di sejumlah wilayah di Indonesia, Garuda Indonesia optimistis pada Semester II 2021 akan terdapat peningkatan trafik penumpang secara bertahap," kata Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra dalam pesan singkatnya, Jakarta, Selasa (31/8/2021).

Irfan melanjutkan saat ini jumlah penumpang Garuda Indonesia menunjukkan tren peningkatan. Rata-rata jumlah penumpang harian naik lebih dari 50 persen dibandingkan saat pemerintah menerapkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4.

"Rata-rata jumlah trafik penumpang harian berhasil meningkat hingga lebih dari 50 persen dibandingkan pada saat periode penerapan PPKM level 4 beberapa waktu lalu," kata dia.

Adanya peningkatan aktivitas masyarakat, membuat maskapai plat merah akan terus mengoptimalkan aksesibilitas layanan penerbangan. Caranya dengan penambahan frekuensi dan rute sesuai dengan permintaan penumpang.

"Ini sebagai bagian dari upaya kami dalam mendukung mobilitas masyarakat Indonesia, khususnya pengguna jasa transportasi udara," ujar Irfan.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Pendapatan Perusahaan

Direktur Utama (Dirut) PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) Irfan Setiaputra saat berkenalan kepada media di Jakarta, Jumat (24/1/2020). Dalam perkenalan tersebut Triawan dan Irfan memaparkan program program baru untuk pembenahan Garuda Indonesia. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Direktur Utama (Dirut) PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) Irfan Setiaputra saat berkenalan kepada media di Jakarta, Jumat (24/1/2020). Dalam perkenalan tersebut Triawan dan Irfan memaparkan program program baru untuk pembenahan Garuda Indonesia. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Meskipun tahun 2021 masih diproyeksikan masih menjadi tahun yang menantang bagi upaya pemulihan kinerja usaha Perseroan, Irfan berharap trafik angkutan penumpang bisa menjadi sumber pendapatan utama. Perbaikan trafik penumpang secara bertahap ini diharapkan bisa terjadi seiring dengan pelonggaran kebijakan dari pemerintah.

"Kami berharap trafik angkutan penumpang sebagai salah satu sumber pendapatan utama Perusahaan akan meningkat kembali secara bertahap seiring dengan adanya kebijakan relaksasi PPKM di level nasional maupun pelonggaran pembatasan mobilitas masyarakat antar negara di level global," kata dia.

Lebih lanjut, Garuda Indonesia juga akan terus mengambil berbagai langkah strategis guna mengakselerasikan pemulihan kinerja usaha melalui optimalisasi lini bisnis lain. Misalnya angkutan kargo dan charter yang diproyeksikan akan terus tumbuh. Termasuk memaksimalkan ancillary revenue melalui skema kerja sama dengan berbagai mitra potensial Garuda Indonesia.

Selain itu, Garuda Indonesia saat ini melakukan uji coba aplikasi IATA Travel Pass untuk rute penerbangan Jakarta–Haneda PP. Dalam uji coba tersebut bisa memberikan kemudahan penumpang dalam mengelola dokumen perjalanan internasional. Termasuk memberikan kepastian dan kepercayaan bagi negara tujuan terkait validitas dokumen kredensial kesehatan sesuai dengan yang dipersyaratkan oleh otoritas setempat.

Reporter: Anisyah Al Faqir

Sumber: Merdeka.com

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel