PPKM Masih Diberlakukan, Menkominfo Minta Tetap Patuh Pakai Masker

Kendaraan melintas di kawasan Jakarta, Selasa (27/7/2021). Pemprov DKI Jakarta memperpanjang PPKM Darurat menjadi PPKM Level 4 hingga 2 Agustus 2021. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate meminta setiap pihak untuk tetap mematuhi kebijakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), terutama saat mengenakan masker di ruang publik dan meminta program vaksinasi Covid-19 dipercepat.

Menurut Johnny, kelengahan sekecil apapun dapat menyebabkan peningkatan kasus Covid-19 dalam beberapa minggu ke depan.

“Pemerintah tidak akan bosan untuk mengingatkan agar masyarakat tetap bertindak waspada. Kendati penanganan pandemi membaik dan level PPKM turun sehingga banyak kegiatan publik dibuka kembali. Virus pandemi Covid-19 tidak akan hilang dalam waktu singkat, karenanya setiap pihak harus bersiap hidup bersama Covid-19. Selalu pakai masker saat berada di ruang publik dan segerakan vaksinasi," ungkap Johnny dalam keterangannya yang diterima Liputan6.com, Rabu (8/9/2021).

Dia juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan ruang publik yang telah mengadopsi fungsi skrining aplikasi PeduliLindungi. Hal ini diperlukan untuk menurunkan risiko penularan Covid-19 di lokasi tersebut.

Diketahui, pemerintah telah memutuskan untuk melanjutkan kebijakan PPKM berlevel di wilayah Jawa - Bali hingga 13 September 2021. Sementara itu, PPMK berlevel di wilayah luar Jawa - Bali dilanjutkan hingga tanggal 20 September 2021.

Kebijakan PPKM berlevel tersebut telah dituangkan dalam tiga instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri), yaitu:

• Inmendagri No. 39 Tahun 2021 untuk wilayah Level 4, 3, 2 di Jawa - Bali.

• Inmendagri No. 40 Tahun 2021 untuk wilayah Level 4 di Luar Jawa - Bali.

• Inmendagri No. 41 Tahun 2021 untuk wilayah Level 3, 2, 1 di Luar Jawa - Bali.

"Pemerintah telah mempertimbangkan perbaikan di beberapa indikator, meningkatnya kedisiplinan masyarakat, serta penggunaan aplikasi PeduliLindungi yang terus berjalan. Maka selama PPKM di periode baru ini, kami menyesuaikan beberapa kebijakan terkait aktivitas masyarakat di ruang publik," ujar Menkominfo.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

#sudahdivaksintetap 3m #vaksinmelindungikitasemua

Kebijakan PPKM Level 3 di Jawa

Adapun, untuk wilayah PPKM level 3 di Jawa (pada periode ini Bali masih berada di Level 4), kebijakan dimaksud di antaranya:

• Warung makan/warteg, pedagang kaki lima, lapak jajanan, restoran/rumah makan, kafe dengan pelayanan di ruang terbuka diizinkan buka hingga pukul 21.00 WIB dengan kapasitas 50% dan waktu makan 60 menit.

• Uji coba prokes untuk restoran/rumah makan, kafe dengan lokasi tertutup yang berada di DKI Jakarta, Bandung, Surabaya, dengan ketentuan maksimal kapasitas 50%, waktu makan 60 menit, serta penggunaan aplikasi PeduliLindungi.

• Uji coba pembukaan tempat wisata dengan prokes ketat, disertai penggunaan aplikasi PeduliLindungi, dan usia pengunjung minimal 12 tahun.

Sementara itu, untuk wilayah PPKM level 4 di Luar Jawa - Bali, uji coba dilakukan di pusat perbelanjaan/mall/pusat perdagangan. Dengan ketentuan maksimal kapasitas 50%.

Uji coba ini diberlakukan dari pukul 10.00 - 21.00 WIB. Semua tempat yang masuk ke dalam kategori tersebut wajib menerapkan penggunaan aplikasi PeduliLindungi dan hanya boleh menerima pengunjung yang berusia 12 tahun ke atas.

"Untuk keamanan bersama, mari kita beraktivitas pada tempat-tempat yang sudah menggunakanaplikasi PeduliLindungi, agar risiko tertular Covid-19 dapat ditekan. Selain itu, sebagai persiapan tatanan hidup baru, semua harus dibarengi dengan disiplin memakai masker dan segera vaksinasi bagi yang belum melaksanakan," ujar Menteri Johnny.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel