PPKM Mikro Dianggap Efektif, Kota Malang Tak Lagi Zona Merah COVID-19

Bayu Nugraha, Lucky Aditya (Malang)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di wilayah Kota Malang dianggap efektif menekan angka COVID-19. Dari total 4 ribuan Rukun Tangga (RT) di Kota Malang, mayoritas berstatus zona hijau. Hanya 113 RT yang berstatus zona kuning. Kota Malang pun bebas dari zona oranye dan merah.

Kaporlesta Malang Kota Komisaris Besar Polisi Leonardus Simarmata mengatakan, menindaklanjuti instruksi Mendagri nomor 3 tahun 2021 tentang PPKM berskala mikro di sebagian Jawa dan Bali. Mereka rutin keliling ke Kampung Tangguh Semeru dan Posko di kelurahan hingga RT di Kota Malang.

"Kita memastikan tentang pemberlakuan PPKM Mikro sampai ke tingkat RT. Yang kita pantau benderanya hijau di RW 01 Sukoharjo tidak ada warga yang positif COVID-19. Semua RT benderanya hijau," kata Leonardus, Sabtu, 13 Februari 2021.

Leonardus mengatakan, seluruh RT di Kota Malang telah terdata. Status zonasi mengacu pada instruksi Mendagri nomor 3 tahun 2021 tentang PPKM berskala mikro. Untuk zona merah adalah RT yang memiliki 10 warga lebih positif COVID-19, zona oranye 6 sampai 10 warga positif, zona kuning 1 sampai 5 warga positif, dan zona hijau 0 warga terkonfirmasi positif.

"Sejauh ini di Kota Malang tidak ada zona merah dan zona oranye. Kita ada 113 zona kuning tingkat RT. Semua sudah terdata ada 4 ribu lebih RT di semua Kota Malang sudah ada benderanya mayoritas hijau," tutur Leonardus.

Leonardus mengatakan, untuk memperkuat program seluruh RT di Kota Malang zona hijau. Polresta Malang Kota memperkuat fungsi Kampung Tangguh Semeru dan posko PPKM di tingkat RW hingga RT. Di Kampung Tangguh Semeru telah disiapkan ruang isolasi. Fungsinya sebagai tempat transit sebelum pasien COVID-19 dikirim ke Rumah Karantina, Jalan Kawi, Kota Malang.

"Sama Kampung Tangguh Semeru dengan Posko PPKM tetapi ada di tempat lain yang berbeda. Posko di tingkat RT meski sederhana dipastikan ada. Di RW 01 ada rumah isolasinya, fungsinya transit sebelum dibawa ke Rumah Karantina Kawi atau Rumah Sakit Lapangan Ijen Boulevard," ujar Leonardus.

Sementara itu, Wali Kota Malang, Sutiaji mengatakan juga memastikan seluruh bendera itu telah dipasang di seluruh RT di wilayahnya. Tujuanya, agar masyarakat itu tahu dan lebih waspada penyebaran COVID-19.

"Tujuan pemasangan bendera itu supaya masyarakat lebih hati-hati dan waspada. Kalau di wilayah tersebut misalnya zona orange ataupun zona kuning. Agar masyarakat itu tahu dan lebih waspada," kata Sutiaji.

Baca juga: PPKM Mikro, Kota Malang Bentuk Posko di 57 Kelurahan