PPKM mikro, industri mamin sebut pemerintah akan beri subsidi ongkir

Budi Suyanto
·Bacaan 2 menit

Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Adhi Lukman mengatakan bahwa pemerintah akan memberi subsidi berupa gratis ongkos kirim (ongkir) untuk pemesanan makanan dan minuman lewat pasar daring sebagai kompensasi diperpanjangnya Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro yang mengakibatkan larangan mudik.

“Pemerintah mau membantu pemasaran secara online. Nah, ini pemerintah akan mensubsidi ongkos kirimnya. Pemerintah mau memberi subsidi gratis ongkos kirim pada hari belanja nasional sebelum Lebaran,” kata Adhi dihubungi Antara di Jakarta, Senin.

Menurut Adhi, cara tersebut diambil sebagai alternatif pengganti silaturahmi dengan keluarga di berbagai daerah melalui saling kirim makanan dan minuman.

Dalam hal itu, Gapmmi mengusulkan agar subsidi diberikan secara menyeluruh, yang artinya tidak hanya untuk pembelian melalui e-commerce besar, tapi juga melalui toko daring dari perusahaan makanan dan minuman dalam negeri.

Baca juga: DPR: Program subsidi ongkir tingkatkan daya beli masyarakat

“Kan ada startup yang produknya tidak masuk di Tokopedia, Bukalapak, atau Shopee tapi mereka punya online shop sendiri. Kita berharap semua diberi kesempatan yang sama,” ungkap Adhi.

Selain itu, asosiasi pengusaha makanan minuman itu juga mengusulkan agar yang mendapat subsidi gratis ongkir adalah produk mamin yang diproduksi di dalam negeri saja.

“Kemudian yang ketiga usulan kami adalah kalau ini sukses, secara rutin kami adakan lagi sebelum dan setelah Lebaran beberapa hari,” tukas Adhi.

Usulan tersebut disampaikan Gapmmi melalui surat kepada Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita yang ditembuskan kepada Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi.

Baca juga: Pengamat nilai pemberian subsidi ongkir momentum bangkitkan ekonomi

Menurut Adhi, bantuan pemerintah melalui subsidi ongkir tersebut akan cukup membantu, meskipun tidak dapat menggantikan pasar saat Ramadhan dan Idul Fitri pada kondisi normal.

Pasalnya, pelaku industri makanan dan minuman optimistis dengan momen puasa dan Lebaran tahun ini sejak Januari-Februari 2021. Hal tersebut terlihat dari mulai naiknya kontrak pesanan pada awal tahun, bahkan sebagian besar distributor dan ritel meminta pengiriman barang dilakukan pada bulan tersebut ke seluruh Indonesia

“Distributor juga demikian, pemesanan pada Januari sudah sangat bergairah, cukup besar ordernya masuk,” ujar Adhi.

Namun, ketika Pemerintah menetapkan pengetatan PPKM skala mikro hingga pelarangan mudik, pemesanan produk makanan dan minuman mulai turun dan belum kembali naik hingga April.