PPKM Tidak Efektif, Jokowi Minta 5 Gubernur Lakukan Hal Ini

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengumpulkan 5 pimpinan darerah membahas soal penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang pada periode 11-25 Januari tak efektif menekan penyebaran Covid-19.

Pertemuan di Istana kepresidenan pada Rabu 3 Januari 2021 itu, Jokowi juga meminta agar dilakukan pembatasan kegiatan masyarakat skala mikro. Misalnya, tingkat RT dan RW agar efektif menekan laju penyebaran virus corona.

Adapun kepala daerah yang hadir yakni, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Kemdian, Gubernur Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X dan Gubernur Bali I Wayan Koster.

"Kita ingin mempekuat kegiatan-kegiatan yang ada di lapangan. Sehingga, saya sampaikan pembatasan kegiatan masyarakat di level mikro, di level kampung, desa, RW, RT itu penting, kuncinya di situ," kata Jokowi dalam keterangan pers di Youtube Sekretariat Presiden, Kamis (4/2/2021).

Dia juga menginstruksikan agar proses testing, tracing, dan treatment pasien Covid-19 diperkuat. Jokowi ingin masyarakat yang terinfeksi virus Corona bisa segera diisolasi dan dilacak kontak terdekatnya.

"Kalau tes covid sudah dilakukan dan ketahuan segera dilacak, paling tidak 30 orang yang kontak dengan orang (yang positif) ini harus dilacak dan kalau sudah ketemu segera dilakukan isolasi. Itu yang saya tekankan," jelas Jokowi.

Minta Masyarakat Disiplin

Disamping itu, Jokowi juga meminta kepala daerah untuk mengingatkan masyarakat untuk disiplin mematuhi protokol kesehatan 3M. Mulai dari, memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak aman.

"Jadi 2 itu tadi, lapangan diperkuat, kemudian 3T juga diperkuat lagi. Tapi juga jangan lupa mengingatkan 3M kepada masyarakat," kata dia.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: