PPnBM Nol Persen Resmi Diperpanjang hingga Agustus 2021

·Bacaan 1 menit

VIVA – Pemerintah melalui Kementerian Keuangan, resmi memperpanjang program relaksasi pajak barang mewah atau PPnBM untuk beberapa tipe mobil. Kepastian ini didapatkan, usai Menteri Keuangan, Sri Mulyani meneken Peraturan Menteri Keuangan nomor 77 tahun 2021.

Dari salinan yang diterima VIVA Otomotif pada Jumat 2 Juli 2021, dalam PMK tersebut disebutkan bahwa beberapa ketentuan yang tercantum dalam PMK nomor 31 tahun 2021 diubah.

Program PPnBM ditanggung pemerintah sebesar 50 persen yang tadinya diberlakukan mulai Juni sampai Agustus tahun ini, angkanya diubah menjadi 100 persen. Artinya, konsumen tidak dibebankan oleh bea tersebut.

Sementara itu, PPnBM ditanggung pemerintah sebesar 25 persen yang sedianya diberlakukan mulai September sampai Desember, tidak mengalami perubahan. Jadi, pembeli mobil yang faktur penjualannya terbit pada bulan tersebut harus membayar bea sebesar 75 persen.

Dalam PMK tersebut juga disebutkan, bahwa aturan PPnBM nol persen terbaru ini mulai berlaku 1 Juni kemarin. Kemudian, semua kelebihan pungutan pajak yang sudah diserahkan kepada pemerintah akan dikembalikan.

Sebagai informasi, saat awal diberlakukan diskon PPnBM pada Maret lalu, terjadi kenaikan penjualan mobil baru hingga 28,85 persen. Bahkan pada April 2021, lonjakan penjualan mencapai 227 persen dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya.

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita beberapa waktu lalu mengatakan bahwa usulan perpanjangan program PPnBM nol persen sudah dibahas dalam rapat Pemulihan Ekonomi Nasional yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto pada bulan lalu.

“Ini bertujuan membangkitkan kembali gairah usaha di tanah air, khususnya sektor industri, yang selama ini konsisten berkontribusi signifikan bagi perekonomian nasional,” ujarnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel