PPNI: Investasi global perlu untuk wujudkan perawat tangguh

Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) mendorong perlunya investasi global di bidang keperawatan untuk mewujudkan sumber daya manusia yang tangguh dan berkualitas.

"PPNI hari ini sedang terus menerus mengadvokasi agar investasi keperawatan di fasilitas kesehatan swasta dan pemerintah terus ada," kata Ketua Umum PPNI Harif Fadillah yang dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.

Ia mengatakan pandemi COVID-19 telah mengungkap kelemahan yang disebabkan oleh kurangnya investasi dalam sistem kesehatan di seluruh dunia.

Dalam rangka memperingati Hari Perawat Internasional 2022, kata Harif, profesi perawat di seluruh dunia bersepakat mendorong investasi dalam keperawatan untuk membangun tenaga keperawatan yang tangguh dan berkualitas tinggi.

Baca juga: Mahasiswa desak pengesahan RUU Keperawatan

Baca juga: Legislator: bidan dan perawat itu mitra dokter

"Selain SDM tangguh dan berkualitas tinggi, kita juga terus berjuang melindungi hak-hak perawat untuk mengubah sistem kesehatan guna memenuhi kebutuhan individu dan masyarakat sekarang dan di masa depan," ujarnya.

Harif mengatakan investasi yang perlu diwujudkan seperti dalam bentuk pelatihan untuk peningkatan kompetensi serta memperjuangkan hak para perawat untuk bisa bekerja secara profesional.

Pada peringatan Hari Perawat Nasional yang berlangsung 17 Maret 2022, PPNI telah mengumumkan hasil kajian terbaru upah layak bagi tenaga perawat di Indonesia berkisar tiga kali lipat Upah Minimum Provinsi (UMP)

"Tenaga honorer perawat berupah berkisar Rp500 ribu per bulan. Kami punya kajian, seorang perawat dengan berbagai perlindungan jaminan sosial, layaknya mendapat tiga kali UMP," katanya.

Harif mengatakan umumnya tenaga perawat dengan status pegawai yang bekerja di sektor swasta menerima upah sesuai besaran satu kali UMP.

Sementara secara beban kerja, kata Harif, seorang perawat dituntut bekerja multitalenta di luar kompetensi mereka. Misalnya, membantu pekerjaan administrasi dan lainnya.

Peluang Indonesia mempekerjakan tenaga perawat ke luar negeri masih terkendala oleh kemampuan berbahasa Inggris para peserta yang masih rendah.

"Yang menjadi kendala adalah kemampuan berbahasa Inggris perawat di Indonesia masih rendah sehingga animo peserta yang diberangkatkan ke luar negeri sangat kurang," katanya.

Harif mengatakan pada kurun 2016-2017 PPNI pernah memperoleh peluang memberangkatkan 100 anggotanya untuk dipekerjakan di negara Qatar melalui kerja sama antara Kementerian Kesehatan, Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) dan Pemerintah Qatar.

Namun animo peserta yang mendaftar hanya berkisar 47 orang. Dari total jumlah tersebut, 27 orangbdi antaranya lolos persyaratan. "Tapi yang berangkat hanya belasan perawat," katanya.

Dilansir dari International Council of Nurses, Hari Perawat Internasional diperingati di seluruh dunia setiap tanggal 12 Mei untuk mengenang hari kelahiran pendiri keperawatan modern, Florence Nightingale.

Tema Hari Perawat Internasional 2022 adalah "Perawat: Suara untuk Memimpin - Berinvestasi Dalam Keperawatan dan Hormati Hak Untuk Mengamankan Kesehatan Global".

Baca juga: Pemerintah Hapus 60% DIM RUU Keperawatan

Baca juga: Legislator: RUU Keperawatan solusi kekurangan dokter

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel