PPP Larang Kadernya Berpoligami

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menerbitkan maklumat kepada kadernya. Wakil Ketua Fraksi PPP Ahmad Yani mengatakan maklumat tersebut diputuskan oleh Ketua Umum Suryadharma Ali.

Menteri Agama itu meminta kader PPP tidak berpoligami atau memiliki lebih satu istri. Meski dibolehkan dalam ajaran Islam, tetapi dalam pelaksanaannya dinilai akan jauh dari menciptakan rasa keadilan bagi kaum perempuan.

"Kader PPP untuk tidak boleh melakukan poligami. Karena poligami tidak bisa diterapkan dalam rangka memenuhi rasa keadilan. Karena kader kita belum bisa terlihat adil mengenai hal itu," kata Yani di Gedung DPR, Jakarta, Senin (4/2/2013).

Yani mengatakan partai berlambang Ka'bah itu juga melarang seluruh calon legislatif yang maju dalam pemilu 2014 untuk berpoligami. Yani mengungkapkan meskipun Islam memperbolehkan namun praktek keadilan akan sulit. Hal itu menyebabkan munculnya praktek korupsi.

"Namun bagi yang sudah poligami maka tidak akan dikasih kesempatan untuk jadi caleg lagi. Jadi kita juga memperjuangkan perasaan perempuan Indonesia," ungkap Yani.

Anggota Komisi III DPR RI itu menjelaskan bahwa selain Poligami, Ketua Umum PPP Surya Dharma Ali juga mengeluarkan maklumat agar para kadernya dilarang Korupsi

"Sedangkan maklumat ke tiga para kader juga dilarang menggunakan narkoba, Karena itu kita akan melakukan kerjasama dengan BNN. Karena narkoba telah menerjang seluruh kalangan termasuk para wakil rakyat juga," tukasnya.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.