PPP Minta Pemerintah Jangan Kalap Tangani Pendemo BBM

Tribunnews.com, Jakarta - Anggota Komisi III DPR RI Ahmad Yani meminta pemerintah jangan terlalu kalap merespons aspirasi kawan-kawan mahasiswa yang menolak kenaikan harga BBM.

"Saya melihat dalam penanganan demonstrasi, terkesan begitu kalap betul, ada apa di balik kekalapan ini?" kata Yani dalam rilisnya, Sabtu (22/6/2013).

Wakil Ketua Fraksi PPP DPR ini menilai Pemerintah SBY tidak akan hadir jika tanpa gerakan mahasiswa 1998 saat reformasi lalu.

"Begitu sadisnya, jika aktivis mahasiswa itu  dilabeli sebagai perusuh," kata dia.

Dijelaskan adalah kewenangaan pemerintah menaikkan harga BBM, tapi hak mahasiswa juga mengkritisi kebijakan pemerintah.

"Mereka  mengartikulasikan kepentingan masyarakat. Beginilah operasional demokrasi. Tapi saya tidak tahu jika pemerintahan SBY ingin mengembalikan era otoritarianisme," kata dia.

Yani  mengimbau kepada Polri sebagai mitra kerja di Komisi III, agar lebih arif dan bijaksana dalam merespons aksi mahasiswa. "Kedudukan Polri bisa seperti saat ini, karena salah satunya hasil perjuangan mahasiswa. Terkait aksi mahasiswa, saya melihat tidak ada yang anarkis, semua masih normal saja," kata dia.
(Aco)

Baca Juga:

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.