PPSDM Geominerba Ajak Masyarakat Antisipasi Bencana Gempa Bumi dan Tsunami Lewat Diklat

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Indonesia perlu melakukan langkah mitigasi bencana, seperti gempa bumi. Mitigasi bencana dilakukan untuk mengurangi risiko cedera dan kematian masyarakat atau timbulnya korban jiwa.

Selain itu juga mitigasi bencana untuk mengurangi kerusakan dan kerugian ekonomi, termasuk infrastruktur yang mungkin ditimbulkan.

Di Indonesia, gempa bumi menjadi ancaman bencana alam terbesar. Itu mengingat letak Indonesia yang berada diantara tiga lempeng. Ketiganya yaitu Lempeng Eurasia, Lempeng Pasifik, dan Lempeng Indo-Australia.

Ancaman gempa bumi terbesar dihampir seluruh wilayah kepulauan Indonesia, baik kecil maupun besar. Hanya di Kalimantan bagian barat, tengah, dan selatan, sumber gempa bumi tidak ditemukan.

PPSDM Geominerba sebagai lembaga diklat pemerintahan sektor geologi, mineral, dan batubara ikut ambil bagian memberikan pemahaman terkait dengan mitigasi bencana gempa bumi dan tsunami.

Melalui pendidikan dan pelatihan masyarakat dapat mengantisipasi dan terhindar dari korban bencana gempa bumi dan tsunami yang bisa terjadi kapan saja.

Terpilih sebanyak 23 orang masyarakat umum mengikuti Diklat Penyuluh Mitigasi Bencana Gempa Bumi dan Tsunami yang diselenggarakan selama empat hari (16-20 Agustus 2021) secara online.

Para peserta akan dibekali materi seperti: Pengenalan Bencana Gempa Bumi, Pengenalan Bencana Tsunami, Mitigasi Bencana Gempa Bumi, Mitigasi Bencana Tsunami, dan Teknik Penyuluhan.

Diklat diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam menghadapi dan mengurangi risiko bencana, perlunya pembekalan berupa pendidikan dan pelatihan bagi masyarakat setempat.(*)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel