PPSDM Geominerba Latih UMKM di Kawasan UGGp Ciletuh Sulap Bambu Jadi Souvenir

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) melalui PPSDM Geominerba kembali hadir di tengah-tengah masyarakat dengan menyelenggarakan Diklat Pengembangan UMKM di Kawasan Unesco Global Geopark (UGGp) Ciletuh, yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan mengenai bagaimana mengolah material bamboo dari daerah Sukabumi menjadi produk souvenir untuk wisatawan domestik maupun mancanegara.

Diklat ini dilaksanakan untuk penyiapan tenaga kerja lokal dan membangun jiwa kewirausahaan, sehingga kedepan dapat menciptakan anggota masyarakat yang telah siap sebagai tenaga kerja dan mandiri dalam berusaha.

Pada masa pandemi Covid-19 ini, pelaksanaan Diklat Masyarakat semakin penting dan berarti kehadirannya bagi masyarakat, seperti kita ketahui bersama para pelaku UMKM merupakah salah satu sektor yang banyak terdampak.

Melalui sinergi dengan Dewan Kerajinan Nasional (DEKRANAS), PPSDM Geominerba mengadakan Diklat Masyarakat mengenai pelatihan pemanfaatan sumber daya alam bambu di sekitar lokasi Unesco Global Geopark Ciletuh (DEKRANAS Goes to Geopark).

Pelatihan yang diselenggarakan pada tanggal 9-13 November 2021 di Sukabumi, diikuti oleh sebanyak 66 orang masyarakat yang merupakan anggota Asosiasi Dunia Bambu Sukabumi (DBS) maupun Non Anggota DBS dari 47 Kecamatan Kabupaten Sukabumi, dan 7 Kecamatan dari Kota Sukabumi.

Material bamboo tersebut diolah menjadi beberapa produk souvenir seperti unique bag/hand bag, bamboo basket dan rack (tempat accessories dan make up), souvenir perlengkapan hotel, tas caving dan lain-lain. Telah diajarkan juga beberapa desain baru dalam mengolah material bamboo yang dikombinasikan dengan material lain seperti kain suede, rotan dan lain-lain.

Dan pada hari terakhir diajarkan juga packaging produk dan pemotretan produk. Diakhir acara para peserta memamerkan hasil karyanya didepan para narasumber dan tamu undangan lainnya pada stan bazar.

Kepala PPSDM Geominerba, Bambang Utoro dalam sambutannya mengatakan dengan adanya Diklat Pengembangan UMKM di Kawasan Geopark di Sukabumi ini para pelaku UMKM industri kreatif di kawasan UNESCO Global Geopark Ciletuh dapat meningkatkan variasi produknya, tidak terbatas pada bamboo saja, tetapi dapat dikombinasikan dengan material/bahan lainnya seperti yang sudah disebutkan tadi.

"Semoga dengan diklat ini, produk-produk dari teman-teman pengajin semakin bervariatif, berkualitas, kapasitasnya produksinya meningkat serta jangkauan pemasarannya semakin luas, baik dari wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara, baik dipasarkan secara langsung (offline) maupun melalui laman daring sosial media," kata dia.

Harapan ke UMKM

Kementerian KESDM melalui PPSDM Geominerba kembali hadir di tengah-tengah masyarakat dengan menyelenggarakan Diklat Pengembangan UMKM di Kawasan Unesco Global Geopark (UGGp) Ciletuh.
Kementerian KESDM melalui PPSDM Geominerba kembali hadir di tengah-tengah masyarakat dengan menyelenggarakan Diklat Pengembangan UMKM di Kawasan Unesco Global Geopark (UGGp) Ciletuh.

Acara ini juga disiarkan secara live streaming melalui kanal youtube PPSDM Geominerba. Ibu Endang Budi Karya Sumadi Ketua Bidang Wira Usaha Baru DEKRANAS secara resmi menutup kegiatan diklat ini dengan membunyikan angklung bersama-sama dengan Bambang Utoro selaku Kepala PPSDM Geominerba.

Kemudian, Penasihat Dharma Wanita Persatuan KESDM Ibu Ratna Arifin Tasrif, Ibu Metty Herindra Anggota Bidang Wira Usaha Baru DEKRANAS, Perwakilan Pengelola Unesco Global Geopark (UGGp) Ciletuh Ahmad Riadi, salah satu narasumber diklat Wignyo Rahadi, Ketua Asosiasi Dunia Bambu Sukabumi Agus Ramdhan, Sabtu (13/11) di Gedung Widaria Kencana, Sukabumi.

Dalam sambutannya beliau menyampaikan Diklat Pengembangan UMKM di Kawasan UGGp Ciletuh dengan Tema “Pengembangan Kerajinan Berbahan Baku Bambu” adalah salah satu upaya Dekranas bersama-sama Kementerian ESDM dan PPSDM Geominerba untuk mendorong munculnya para pelaku usaha kecil dan menengah dengan memanfaatkan potensi bamboo yang ada di wilayah para peserta diklat atau di Kawasan Geopark Ciletuh ini.

"Saya berharap melalui diklat yang telah diikuti ini dapat meningkatkan kualitas desain dan kemasan produk agar sesuai dengan selera pasar, sehingga produk kerajinan kita dapat bersaing di pasar global, serta mengajak seluruh peserta untuk mendukung program pemerintah dengan menggalakkan kampanye Bangga buatan Indonesia," tutup dia.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel