PPSU berdayakan warga melalui kerajinan berbahan galon

Seorang Anggota Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Kelurahan Tugu Selatan, Jakarta Utara memiliki inovasi melalui pelatihan membuat pot tanaman dari galon bekas air minum dengan memberdayakan warga sekitar.

“Jadi warga yang belum beruntung mendapatkan pekerjaan bisa memiliki usaha ini,” kata anggota PPSU yang menginisiasi kerajinan pembuatan pot tanaman dari galon, Wangi saat ditemui di Jakarta, Jumat.

Baca juga: Kandungan BPA pada galon isi ulang berbahaya? Ini penjelasan BPOM

Selain itu, Wangi mengatakan pelatihan kerajinan ini para ibu di lingkungan sekitar jadi bersemangat untuk mengumpulkan galon yang digunakan sebagai bahan baku pembuatan pot.

Karena setiap galon yang disetorkan untuk membuat pot akan dihargai dua ribu rupiah untuk satu galon.

“Kalau kita beli per keteng dari ibu-ibu itu harganya satu biji dua ribu, jadi mereka antusias mengumpulkan,” ujar Wangi.

Proses pembuatan pot dari galon membutuhkan waktu sekitar tiga sampai empat hari untuk pengeringan bagian dasar pot yang terbuat dari semen.

Baca juga: Legislator harapkan aturan labelisasi galon air guna ulang obyektif

Dalam satu minggu wangi yang dibantu dua orang warga dan dua rekannya mampu membuat 100 pot dengan menghabiskan cat sebanyak 1 galon cat.

Usaha yang dimulai sejak tujuh bulan yang lalu ini sudah terjual sebanyak 700 pot dengan harga Rp15 ribu untuk warga biasa dan Rp10 ribu bagi pegiat lingkungan dengan mengajukan permohonan proposal terlebih dulu.

Menurut Wangi, kendala yang dihadapi dalam proses pembuatan pot dari galon air minum ini adalah ketersediaan galon yang tak selalu ada setiap harinya.

Peran Lurah Tugu Selatan juga sangat berperan penting dalam inovasi pembuatan pot dari galon air minum karena telah bersedia menyediakan tempat di belakang kantor kelurahan untuk jadi tempat bagi wangi berkreasi.

Baca juga: Ahli: Pola distribusi galon guna ulang perparah paparan BPA

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel