Prabowo: 10 Tahun Saya Dianggap Orang Gila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Dewan Pembina Partai GERINDRA, Prabowo Subianto mengatakan selama 10 tahun belakangan ini dianggap banyak pihak orang gila.

Bahkan selama itu pula, Prabowo mengaku diejek, dihardik karena pandangannya menolak banjirnya impor di tengah kayanya alam Indonesia.

"Saya dianggap orang gila. Diejek, dihardik. Dibilang Prabowo itu ngerti apa, dia itu tentara. Ngak ngerti apa-apa soal ekonomi," ungkap Prabowo dalam Seminar Negara Sejahtera Untuk Buruh dan Rakyat Indonesia di Gedung YTKI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (5/2/2013).

Prabowo akui, memang dirinya mantan tentara nasional Indonesia (TNI). TNI itu dulu adalah tentara rakyat, yang anggotanya adalah anak-anak petani, nelayan dan anak buruh.

"Ngak ada orang kaya mau jadi tentara. Iya kan. Karena itu dari situ saya tahu kehidupan petani, nelayan, buruh karena banyak anggota saya itu anak petani semua. Anak buah saya kadang minta izin harus pulang karena orangtuanya lahan pertaniannya kena fuso, hama," kenangnya.

Tegas dia lagi, bahwa pengalaman itu banyak membuat dirinya memahami dan mengetahui lebih dekat mengenai kehidupan petani, buruh dan nelayan.

Oleh karena itu, Prabowo menyebut pentingnya mengembalikan garis ekonomi kerakyatan seperti yang diamanatkan UU. Seluruh kekayaan alam di Indonesia, lanjutnya, harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat Indonesia sebagaimana diamanatkan UU.

Pasalnya, kondisi yang janggal terjadi kini di negara ini. Kebijakan impor produk pertanian, kelautan dan perikanan sangat menjenggangkan di tengah Indonesia yang kaya akan kekayaan alam.

"Kita negara agraris tapi impor pangan. 60 persen penduduk petani, tapi impor singkong," sebut Prabowo.

Prabowo menyebut dengan begitu banyak dan melimpahnya kekayaan alam di Indonesia, amat menyedihkan jika ternyata Indonesia harus mengimpor dari negara luar.

"Negara kita tiga perempatnya laut, tapi kita impor garam, ikan teri, ikan asin. Kita penghasil rotan terbesar di dunia, rotan diekspor malah kita impor mebel dari rotan dari luar," ujarnya dalam Seminar Negara Sejahtera Untuk Buruh dan Rakyat Indonesia di Gedung YTKI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan.

Prabowo menilai kondisi demikian terjadi karena ada kebocoran kekayaan nasional, sehingga pemanfaatan sumber daya nasional tidak dimanfaatkan untuk kepentingan rakyat.

Hal ini sesungguhnya merupakan bentuk pengkhianatan terhadap amanat UU yang menyebutkan pemanfaatan sumber daya alam seharusnya dimanfaatkan sepenuhnya untuk kepentingan rakyat.

"Simpulan saya negara kita mengalami kebocoran kekayaan nasional. Kekayaan nasional tidak tinggal di indonesia. Bumi, air dan udara dan kekayaan yang terkandung ternyata kurang dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk rakyat," katanya.

Klik:

  • Call Center 110 Jangan Dibuat Iseng
  • Korban Kecelakaan di Trenggalek Dirujuk ke Lamongan dan Surabaya
  • Besok, Noah Manggung di Lapangan Arhunadse Ged
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.