Prabowo: dari Kecil Pinginnya Bintang Empat, Dikasihnya Tiga

Siti Ruqoyah, Ahmad Farhan Faris
·Bacaan 2 menit

VIVA – Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto mengaku bangga partai yang diasuhnya bersama para anggota, kader dan simpatisan bisa menduduki posisi runner up di Pemilu Legislatif 2019.

Padahal, kata Prabowo, Partai Gerakan Indonesia Raya ini tidak memiliki kekuasaan selama menjadi kontestan pemilu sejak dilahirkan, termasuk tidak punya media elektronik dan lainnya.

Tapi, ia menilai perjuangan para politikus Gerindra berhasil membuat partainya tetap ada di kancah perpolitikan nasional. Bahkan, Prabowo membandingkan dengan partai yang ketua umumnya punya pangkat tinggi.

Baca juga: Makin Banyak, Warga Positif Corona 8 Agustus: Total 123.503 Orang

“Bagaimana partai kita bisa mencapai ini tanpa kekuasaan, kita tidak punya radio, kita tidak punya televisi, kita tidak punya surat kabar, kita tdk punya banyak lagi yang kita tidak punya,” kata Prabowo Sabtu, 8 Agustus 2020.

Mungkin, kata dia, kalau Gerindra lebih piawai dan silatnya lebih indah lagi maka partai ini suaranya bisa lebih. Tetapi, apapun ini hasil jerih payah dan kerja keras terutama hasil keberhasilan mengumandangkan harapan dan aspirasi rakyat Indonesia.

Untuk itu, Prabowo mengatakan apa yang mendorong hasil ini. Apakah ketua umum partai, mengingat banyak ketua umum partai lain lebih berkuasa, lebih hebat, lebih ganteng, lebih banyak uang, punya stasiun televisi, punya sebagainya.

“Ada juga ketua umum partai yang bintangnya lebih banyak dari kalian. Aku dari kecil pingin bintang empat, dikasih bintang tiga, ya terima kasih. Lumayan bintang tiga dari pada temen-temen saya yang masih letkol, kolonel,” ujarnya.

Namun, Prabowo mengatakan partai ini besar bukan karena ketua umum maupun tokoh-tokohnya. Memang, ada pengaruhnya tapi yang tidak disadari banyak orang bahwa gerakan politik itu bisa besar kalau berhasil menyuarakan hati rakyat.

Menurut dia, apabila Gerindra berhasil menangkap keluhan rakyat, berhasil menangkap cita-cita rakyat, berhasil menyuarakan terutama berhasil memberi jalan keluar yang logis terhadap kesulitan rakyat. Maka, hal itu yang membuat rakyat mendukung dan memberikan suaranya.

“Partai yang terakhir didirikan dibanding partai-partai besar lainnya, partai yang lahir bukan dari atas, karena kita berhasil menangkap kesulitan rakyat, kita berhasil menangkap apa yang ada di hati rakyat,” ujarnya.