Prabowo di Fatayat NU: Saya Grogi, Saya Undang Beberapa Jenderal Senior Mengawal Saya

Merdeka.com - Merdeka.com - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto kian mesra ketika bertemu dengan Wakil Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (DPP PKB) Jazilul Fawaid, di acara Kongres XVI Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) di Jakabaring Sport City, Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (15/7). Keduanya hadir memenuhi undangan Pengurus Pusat Fatayat NU yang sedang menggelar hajatan Kongres sebagai agenda tertinggi.

Prabowo yang mengenakan baju warna coklat menjabat tangan dan menepuk-nepuk pundak Gus Jazil–sapaan akrab Gus Jazil saat keduanya berkesempatan naik ke atas panggung di sela peluncuran logo Kongres Fatayat NU. Prabowo hadir di acara tersebut dalam kapasitasnya sebagai Menteri Pertahanan sementara Gus Jazil hadir mewakili Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar.

Sebelumnya di momentum berbeda, Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar juga menunjukkan kemesraan ketika bertemu dengan Sekjen Gerindra Ahmad Muzani saat keduanya melaksanakan ibadah haji, belum lama ini. Gus Muhaimin bahka mengunggah pertemuannya dengan Muzani di akun media sosialnya, @cakiminnow.

Gus Jazil mengatakan bahwa hubungan PKB dengan Gerindra belakangan memang semakin lengket. Gus Jazil bahkan mengibaratkan hubungan PKB-Gerindra saat ini bak lebah dan bunga yang saling menguntungkan untuk menghasilkan 'madu'.

Menurut Gus Jazil, hubungan baik kedua partai tidak hanya hubungan antar pengurus di tingkat pusat, namun sudah terjalin hingga kepengurusan di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. "PKB memang sedang bekerja sesuai dengan pertemuan antarstruktur, baik provinsi maupun cabang. PKB Gerindra hari-hari ini ya bekerja sama bareng-bareng juga. Makin lengket," katanya.

Wakil Ketua MPR RI ini menegaskan bahwa hal terpenting dari kerjasama yang dijalin antara PKB dengan Gerindra adalah hubungan yang saling menguntungkan. Soal siapa nanti yang akan diusung sebagai capres maupun cawapres akan dibicarakan lebih lanjut oleh elite kedua partai.

Sementara itu, Prabowo dalam sambutannya mengatakan sengaja mengajak para kerabatnya senior TNI dengan alasan dirinya grogi hadir di tengah emak-emak Fatayat NU. "Karena saya grogi, saya undang beberapa jenderal senior untuk mengawal saya," kata Prabowo.

Prabowo semula bertanya-tanya mengapa Fatayat NU mengundang dirinya selaku Menhan di acara Kongres Fatayat NU. Prabowo pun akhirnya menemukan jawabannya bahwa para perempuan memiliki kewajiban untuk ikut membangun bangsa dan menjaga keselamatan bangsa dan negara.

"Emak-emak ini ikut berkewajiban, bertanggungjawab atas keselamatan bangsa dan negara Indonesia. Dan ini juga sangat logis, kenapa? Karena emak-emak karena ibu-ibu sebagai kaum perempuan adalah yang melahirkan generasi penerus, kaum ibu melahirkan, mendidik, dan membesarkan generasi penerus kita," tuturnya.

Ketua Umum Partai Gerindra ini mengapresiasi peran besar NU dan Fatayat yang sangat besar menentukan dalam menciptakan kerukunan dan kedamaian di Indonesia.

"Kita bersyukur punya Nahdlatul Ulama yang begitu besar dan begitu berpengaruh yang dipimpin oleh para pemimpin yang arif dalam mewujudkan perdamaian. Kita bersyukur Nahdlatul Ulama kita yakini sebagai pilar stabilitas di Republik ini. Pengabdiannya yang luar biasa untuk Indonesia sejak dulu hingga saat ini," tuturnya.

Reporter: Delvira
Sumber: Liputan6.com [eko]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel