Prabowo Janji Bawa Defend ID Masuk 50 Besar Perusahaan Pertahanan Dunia di 2024

·Bacaan 2 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan peluncuran Holding BUMN Industri Pertahanan bernama Defense Industry Indonesia atau Defend ID. Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto mengatakan kehadiran Defend ID menjadi bagian dari upaya pemerintah membentuk perusahaan induk di bidang industri pertahanan.

"Diharapkan dengan adanya holding BUMN industri pertahanan defend id ini akan meningkatkan tingkat komponen dalam negeri menjadi 50 persen untuk teknologi-teknologi kunci," kata Prabowo di Surabaya, Rabu (20/4).

Dari lima perusahaan yang tergabung dalam Defend ID, PT Len Industri ditunjuk sebagai induk holding. PT Len akan memimpin 4 perusahaan lainnya yakni PT Pindad, PT Dirgantara Indonesia, PT Pal Indonesia serta PT Dahana. Prabowo berjanji Defend ID akan masuk dalam jajaran 50 perusahaan pertahanan terbesar di dunia.

"Menjadi industri 50 terbesar di dunia dalam bidang industri pertahanan pada tahun 2024," kata Prabowo.

Kehadiran Defend ID juga diharapkan menjadi solusi mempercepat kemandirian industri pertahanan Indonesia dalam memenuhi kebutuhan alutsista dalam negeri. Baik dari sisi kuantitas, sumber daya manusia maupun kualitas teknologinya.

Dalam kegiatan tersebut juga ada sejumlah mata acara lainnya. Antara lain penandatanganan nota kesepahaman antara Kementerian Pertahanan dan kementerian BUMN dalam hal dukungan BUMN Industri pertahanan untuk kemandirian alat peralatan pertahanan dan keamanan.

Penandatanganan kontrak kerjasama antara Defend ID dan Kementerian Pertahanan. meliputi kontrak pengadaan 13 unit radar CGI dan pendukungnya antara PT Len Industri dan Kementrian Pertahanan. Kontrak pengadaan amunisi kaliber kecil antara PT Pindad dan Kementerian Pertahanan. Kontrak MRO modernisasi 12 unit pesawat c-130 antara PT dirgantara Indonesia dan Kementerian Pertahanan.

Kemudian, Kesepakatan MRO dan peningkatan kemampuan serta modernisasi kapal perang tni-al sebanyak 41 kapal perang antara PT Pal Indonesia dan Kementerian Pertahanan senilai USD 1,1 miliar. Heads of agreement teknologi elektronika pertahanan antara PT Len Industri dan Tales Internasional SAS perancis. Serta MoU untuk produksi bersama produk armour assault vehicle antara PT Pindad dan FNSS Turki.

Selain itu, ada juga penandatangan global strategic partnership. Peluncuran kapal cepat rudal, serta peresmian pabrik elemented detonator. [azz]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel