Prabowo: Negara kita bocor!

MERDEKA.COM,

Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto menilai kondisi Indonesia saat ini lebih mengandalkan impor, bukan mengoptimalkan sumber daya berlimpah yang dimiliki. Hal itu menjadi miris ketika Indonesia adalah negara dengan sumber daya alam melimpah.

"Ada suatu kejanggalan di negara kita ini. Kita negara agraris tapi impor pangan. 60 Persen penduduk petani, tapi impor singkong," kata Prabowo dalam Seminar Negara Sejahtera Untuk Buruh dan Rakyat Indonesia di Gedung YTKI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (5/2).

Menurutnya, melimpahnya kekayaan alam di Indonesia hanya bisa dimanfaatkan asing, dan amat menyedihkan jika ternyata Indonesia harus mengimpor dari negara luar.

"Negara kita 3/4 laut, tapi kita impor garam, ikan teri, ikan asin. Kita penghasil rotan terbesar di dunia, rotan diekspor malah kita impor mebel dari rotan dari luar," ujarnya.

Prabowo merasa kondisi itu terjadi karena ada kebocoran kekayaan nasional, sehingga sumber daya nasional tidak dimanfaatkan untuk kepentingan rakyat. Hal ini sesungguhnya merupakan bentuk pengkhianatan terhadap amanat UUD 1945 yang menyebutkan pemanfaatan sumber daya alam seharusnya dimanfaatkan sepenuhnya untuk kepentingan rakyat.

"Kesimpulan saya negara kita mengalami kebocoran kekayaan nasional. Kekayaan nasional tidak tinggal di Indonesia. Bumi, air dan udara dan kekayaan yang terkandung ternyata kurang dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk rakyat," pungkasnya.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.