Prabowo Tokoh Jawa Paling Kuat dalam Survei Capres 2014

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ini peringatan bagi partai politik (parpol) yang akan bertarung dalam pemilihan presiden dan wakil presiden (Pilpres) 2014.

Survei Indonesia Network Election Survey (INES) menyatakan, isu primordialisme dalam keterpilihan seorang calon presiden masih kuat.

Keinginan pemilih untuk memilih presiden harus dari etnis Jawa, masih menjadi pilihan utama. Sebesar 59,3 persen menginginkan ini.

"Prabowo menjadi tokoh etnis Jawa yang kuat secara elektoral, dengan perolehan 33,4 persen, dari 21 nama tokoh yang ditampilkan (saat survei)," ujar Dr Sudrajat Sacaawitra, Direktur Data INES, saat memaparkan hasil surveinya, di Galery Cafe, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Senin (19/11/2012).

Peringkat kedua, lanjutnya, diraih Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, dengan raihan 22,2 persen.

Tokoh etnis Jawa lain di peringkat berikutnya adalah Ani Yudhoyono (7,1 persen), Djoko Suyanto (9,3 persen), dan Pramono Edhie Wibowo (8,8 persen).

"Belum ada tokoh etnis non Jawa yang kuat secara elektoral, ketika sejumlah nama disebut. Dengan simulasi semi terbuka, hanya nama Prabowo yang mendekati 20 persen," jelas Sudrajat.

Calon dari luar etnis Jawa hanya bisa 'nangkring' menjadi cawapres. Itu pun kalau diduetkan dengan capres dari etnis Jawa.

"Pemilih lebih banyak menginginkan pasangan Jawa-non Jawa, yaitu 56,2 persen," imbuhnya.

Dari 6.000 responden, publik hanya menginginkan pasangan Jawa-Jawa sebanyak 29,4 persen.

Pasangan presiden dari non Jawa dan wapres Jawa sangat sedikit, yaitu 8,2 persen. Sementara non Jawa-non Jawa, atau tidak mengandur unsur etnis Jawa sama sekali, hanya 6,2 persen.

Nama-nama capres yang berpeluang dari etnis non Jawa dan belum pernah mengikuti pemilu adalah Aburizal Bakrie, Surya Paloh, Akbar Tanjung, dan Hatta Rajasa.

Survei INES melibatkan 6.000 responden dengan 5.996 data yang dapat dianalisis. Margin error kurang lebih 2,5 persen, dengan tingkat kepercayaan 98 persen.

Metode yang dilakukan adalah dengan cara wawancara, yang dilaksanakan pada 5-21 Oktober 2012. (*)

Koran Futuristik dan Elegan
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.